Jalur Alternatif Cirebon–Kuningan Rusak Berat, Motor Kerap Tersungkur Hampir Setiap Malam
Muhamad Syarif Abdussalam March 02, 2026 12:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON – Akses alternatif yang menghubungkan Cirebon dan Kuningan melalui Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kini berada dalam kondisi memprihatinkan.

Kerusakan yang terjadi disebut-sebut menjadi pemicu insiden kecelakaan yang hampir muncul setiap malam.

Di sepanjang ruas jalan itu, lubang berukuran besar terlihat menganga dan dipenuhi genangan air. Situasi tersebut membuat para pengendara, terutama pengguna sepeda motor, kerap kehilangan keseimbangan saat melintas.

Karena tak kunjung mendapatkan perbaikan, warga Desa Kanci meluapkan kekecewaan mereka dengan menggelar aksi protes pada Minggu (1/3/2026) sore.

Sebagai bentuk sindiran terbuka, warga menancapkan pohon pisang tepat di tengah kubangan jalan. Tindakan tersebut menjadi penanda sekaligus pesan keras bagi pihak berwenang.

Dari pantauan di lokasi, permukaan aspal tampak terkelupas hingga membentuk cekungan besar. Kedalamannya disebut-sebut melebihi 60 sentimeter.

Air berwarna kecokelatan mengisi hampir seluruh lubang yang ada. Kondisi ini semakin menyulitkan pengguna jalan untuk memperkirakan kedalaman sebenarnya.

Laju kendaraan pun tersendat. Pengemudi harus mengurangi kecepatan dan saling bergantian untuk menghindari titik-titik kerusakan.

Tak berhenti pada penanaman pohon pisang, warga juga memasang papan bertuliskan 'Dikontrakkan' di salah satu lubang besar tersebut.

Langkah itu menjadi simbol kekecewaan atas rusaknya jalan penghubung antar kecamatan yang juga berfungsi sebagai akses alternatif menuju Brebes, Jawa Tengah, hingga Kuningan.

Ahmad Rofahan (37), seorang pengendara yang melintasi jalur tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sangat mengganggu rutinitasnya.

“Iya, mobil saya juga kadang gasruk gitu lho,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (1/3/2026) sore.

Ia menilai kerusakan itu sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan yang berarti.

“Sudah, sudah lama. Jadi minta pemerintah untuk segera diperbaiki lah,” ucapnya.

Ketika dimintai penilaian soal tingkat kerusakan, Ahmad menjawab lugas.

“Parah banget," jelas dia.

Menurutnya, panjangnya ruas yang rusak membuat pengendara sulit mencari jalur aman.

“Iya lumayan lah, ganggu banget di aktivitas ini,” katanya.

Ahmad menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalur penting bagi warga sekitar.

“Ini dari Kanci mau ke arah Sindanglaut. Bisa ke Jawa Tengah, bahkan ke Kuningan bisa,” ujarnya.

Motor Terjatuh karena Minim Penerangan

Sejumlah warga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir, terutama pada malam hari, beberapa pengendara sepeda motor terjatuh. Lubang yang tertutup genangan air dan kurangnya penerangan menjadi faktor utama penyebabnya.

Rizky Pratama, warga Desa Kanci, menjelaskan bahwa aksi tanam pisang dilakukan untuk menyuarakan protes sekaligus mencegah bertambahnya korban.

“Kalau ini, saya dengan teman-teman warga Kanci khususnya, hanya ingin jalan ini rapi, Pak. Karena posisinya hampir beberapa malam ini banyak kendaraan roda dua yang selalu jatuh di jalan ini,” ucap Rizky.

Ia menambahkan bahwa kondisi penerangan di lokasi sangat minim sehingga lubang sulit terlihat.

“Karena terhalang oleh penerangan jalan, terus sama genangan air yang ada di lubang-lubang ini, Pak,” jelas dia.

Rizky menyebut kerusakan jalan membentang cukup panjang.

“Cukup panjang Pak, hampir kisaran di 50 meteran kalau dari ujung sana,” katanya.

Namun, warga lain menyampaikan bahwa panjang kerusakan bahkan mencapai 150 meter.

“Sudah lama, Pak. Makanya mungkin dari beberapa masyarakat Desa Kanci ini melakukan aksi protes untuk dilihat bagaimana solusi jalan kita yang berlubang ini,” ujarnya.

Harapan untuk Segera Diperbaiki

Selain kondisi aspal yang semakin rusak, warga juga menyoroti absennya penerangan jalan umum di sepanjang jalur tersebut. Situasi diperburuk setelah kawasan itu kerap terdampak banjir.

Lapisan aspal yang terangkat dan butiran pasir yang berserakan membuat kendaraan rawan tergelincir. Risiko kecelakaan pun semakin tinggi.

Warga berharap pemerintah daerah maupun provinsi segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki poros utama Cirebon–Kuningan sekaligus jalur alternatif Cirebon–Brebes sebelum korban terus berjatuhan.

Bagi masyarakat setempat, pohon pisang yang berdiri di tengah lubang bukan sekadar bentuk protes. Itu adalah penanda bahaya yang menunjukkan bahwa keselamatan para pengguna jalan tengah berada di ujung tanduk.

(Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.