TWA Kawah Ijen Dibuka Lagi, BKSDA Sebut Pendaki Hilang karena Human Error
Haorrahman March 02, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi – Taman Wisata Alam Kawah Ijen (TWA Kawah Ijen) kembali dibuka untuk umum mulai 26 Februari 2026. Sebelumnya, kawasan wisata ini sempat ditutup sementara menyusul insiden pendaki yang dilaporkan hilang.

Penutupan dilakukan untuk proses evaluasi bersama para pemangku kepentingan. Setelah pendaki bernama Muhammad Dzikri Maulana (16) ditemukan dalam kondisi selamat, pengelola menyelesaikan kajian dan menetapkan sejumlah poin evaluasi.

Kepala Seksi V Balai Konservasi Sumber Daya Alam Banyuwangi (BKSDA) Dwi Sugiarto menyebut, terdapat lima poin utama dari hasil evaluasi tersebut.

Baca juga: INKA Tak Perpanjang Kontrak  500 Pekerja, Bantah PHK di Pabrik Banyuwangi

Evaluasi Pendaki Hilang

Standar operasional prosedur (SOP) pendakian yang telah diterapkan dinilai cukup untuk menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan.

Papan informasi, larangan, serta penunjuk arah di sepanjang jalur pendakian disebut sudah memadai untuk mencegah wisatawan keluar jalur.

Meski kondisi sempat berkabut, kecil kemungkinan cuaca menjadi penyebab pendaki tersesat atau mengalami gangguan kesehatan.

Kejelasan dan lebar jalur pendakian dianggap cukup, sehingga kecil kemungkinan wisatawan tersesat karena faktor teknis jalur.

Tingkat kepatuhan korban dan rekan satu tim terhadap SOP pendakian dinilai masih rendah, termasuk dalam menjaga kondisi fisik dan kekompakan selama pendakian.

“Kesimpulannya, penyebab pendaki tersesat karena human error atau pelanggaran terhadap SOP pendakian dan rendahnya kebersamaan atau kekompakan tim,” kata Dwi, Sabtu (2/2/2026).


Berdasarkan hasil evaluasi, pengelola akan memperketat pengawasan terhadap kondisi fisik dan kesehatan pengunjung sebelum mendaki.

“Agar pengunjung yang akan mendaki telah memiliki kelayakan untuk mendaki. Serta memastikan pengunjung mematuhi aturan dan SOP pendakian yang telah dibuat, serta tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan tim,” ujarnya.


Pengelola juga mengimbau wisatawan menggunakan pemandu (guide) berizin yang memahami medan TWA Kawah Ijen. Kehadiran guide dinilai penting untuk memantau pergerakan tamu dan mencegah insiden serupa.

Baca juga: 216 Talenta Muda Banyuwangi dan Sekitarnya Ikuti Seleksi Banteng Jatim FC U-17 untuk Soekarno Cup

Selain itu, pengunjung diwajibkan mematuhi seluruh ketentuan, termasuk membeli tiket resmi yang sudah dilengkapi asuransi serta membawa surat keterangan sehat.

“Juga memastikan kondisi pengunjung benar-benar dalam keadaan fit dan sehat baik jasmani maupun rohani,” sambung Dwi.

 


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.