Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.
“Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Bapak Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno,” ujar Gubernur Khofifah, Senin (2/3/2026).
Menurut Khofifah, almarhum merupakan sosok prajurit sekaligus negarawan yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara.
Ketegasan, loyalitas, serta ketenangan kepemimpinannya baik saat menjabat sebagai Panglima ABRI maupun Wakil Presiden Republik Indonesia. Beliau menjadi teladan bagi generasi penerus.
“Beliau adalah figur pemimpin yang bersahaja, tegas, dan penuh dedikasi. Pengabdiannya dalam menjaga kedaulatan negara serta membangun pemerintahan akan selalu dikenang bangsa Indonesia,” tuturnya.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian beliau, saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang selama dua hari penuh.
Baca juga: Breaking News: Indonesia Berduka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia
Hal ini sesuai dengan amanat Undang Undang nomor 24 tahun 2009 Pasal 12 ayat (5) bahwa Pengibaran bendera setengah tiang dilakukan selama 2 (dua) hari untuk mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden yang wafat.
“Pengibaran bendera setengah tiang merupakan wujud penghormatan dan rasa duka cita bangsa atas wafatnya putra terbaik Indonesia,” tegasnya.
Saat ini, Pemprov Jatim tengah menyiapkan Surat Edaran terkait imbauan pengibaran bendera setengah tiang tersebut. Agar seluruh di daerah Jatim bisa mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan pada almarhum Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.
Dalam kenangannya, Gubernur Khofifah menyebut Try Sutrisno sebagai sosok pemimpin yang tegas, disiplin, serta memiliki loyalitas tinggi kepada bangsa dan negara.
Khofifah juga mengenang kedekatan sejarah almarhum dengan Jawa Timur. Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, yang lahir di Surabaya pada 15 November 1935, merupakan salah satu tokoh penting dalam pembangunan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.
Almarhum tercatat sebagai peletak batu pertama pembangunan masjid tersebut pada 4 Agustus 1995 dan menjadi salah satu penggerak pembangunannya di tengah kondisi ekonomi nasional saat itu.
“Beliau memiliki jejak pengabdian yang kuat di Jawa Timur, dan masyarakat Jatim tentu memiliki kedekatan emosional tersendiri dengan beliau,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah turut mendoakan agar almarhum diterima seluruh amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi duka ini,” tuturnya.