Persib Kembali Bertandang ke Markas Persebaya, Bojan Hodak Tak Mau Ulangi Kesalahan Fatal di GBT
Sasongko Dwi Saputro March 02, 2026 12:33 PM

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, telah belajar dari kekalahan telak di kandang Persebaya Surabaya pada musim lalu.

BOLASPORT.COM - Persib Bandung punya memori pahit musim lalu saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya.

Memori tersebut membayangi lawatan Persib ke markas Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Super League 2025-2026.

Duel kedua tim akan berlangsung pada Senin (2/3/2026) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, mulai pukul 20.30 WIB.

Peramu taktik Persib, Bojan Hodak, yang merupakan pelatih terbaik Liga Indonesia dalam dua musim terakhir, tak luput dari kesalahan.

Salah satu kesalahannya terjadi musim lalu ketika Persib bertandang ke markas Persebaya, persisnya pada 1 Maret 2025.

Persib Bandung kalah 1-4 dari tuan rumah Persebaya Surabaya.

Kekalahan tersebut diawali gol bunuh diri Marc Klok pada menit ke-61.

Bojan Hodak langsung merespons gol Persebaya Surabaya dengan melakukan perjudian besar.

Dirinya memasukkan kiper muda Sheva Sanggasi untuk menggantikan penjaga gawang jempolan asal Filipina, Kevin Ray Mendoza.

Keputusan tersebut dilakukan demi menambah pemain asing di depan kotak penalti Persebaya Surabaya.

Di saat yang sama, Bojan Hodak memasukkan Gervane Kastaneer.

Sayang, perjudiannya berbuah fatal karena gawang Sheva Sanggasi sudah jebol saat baru bermain dua menit oleh sepakan kaki kanan Rizky Dwi.

Skema serangan balik menambah derita Persib malam itu.

Usai Rizky Dwi, giliran Bruno Moreira yang memperbesar keunggulan Persebaya menjadi 3-0.

Ryan Kurnia sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-89.

Namun, Francisco Rivera mengunci kemenangan 4-1 Persebaya berkat golnya pada menit ke-90+2.

Bojan Hodak mengakui kesalahannya saat bermain di Surabaya pada musim lalu.

Sang pelatih sudah belajar dari kesalahan dan sekarang datang dengan situasi lebih siap.

Pasalnya, Persib datang sebagai pemuncak klasemen dan berada dalam tren tak terkalahkan dalam 10 laga terakhir.

“Musim lalu adalah cerita yang berbeda. Saya tidak ingat kami kebobolan banyak gol di pertandingan itu,” kata Hodak.

“Ya, hasil itu terjadi karena saya mengambil risiko dengan memasang kiper muda untuk menambah penyerang supaya kami tidak kalah,” tutur Hodak.

Pelatih asal Kroasia ini enggan mengulangi kesalahan yang sama. Dia optimistis bisa menyajikan permainan yang kompetitif melawan Bajul Ijo.

“Saya tidak berpikir pertandingan nanti akan sama seperti musim lalu,” ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.