BANJARMASINPOST.CO.ID - Pasangan artis Meisya Siregar dan Bebi Romeo yang sedang menjalankan ibadah umrah terancam tak bisa pulang ke Indonesia.
Mereka terimbas perang Israel-AS pada Iran. Kondisi Meisya Siregar dan Bebi Romeo pun terungkap.
Meisya Siregar dan Bebi Romeo menjalankan ibadah umrah di bulan Ramadan tahun ini.
Namun suasana nan spesial berdua itu kini berujung ancaman sulit kembali ke Indonesia.
Melalui unggahan Instagram @meisya_siregar, ia membagikan foto dirinya dan sang suami yang tengah berada di Tanah Suci.
Selain itu, Meisya juga mengungkap kondisi terkini keduanya.
Baca juga: Kondisi Agnez Mo yang Isunya Terjebak di Dubai Efek Serangan AS-Israel ke Iran, Keberadaan Terungkap
Baca juga: Kelakuan Betrand Peto pada Ruben Onsu Saat Sahur Bikin Geleng Kepala, Sampai Pakai Kostum Pocong
Pertama, Meisya membagikan foto Bebi Romeo yang akhirnya mau bercukur gundul. Meisya berharap niat suaminya itu bisa mendapatkan kebaikan dan pahala.
"Tahalul kedua @bebi_romeo ... akhirnya liciiiinnn selicin licinnyah ... anak2 nanya " koq papa mau sih ??? pasti bunda yg nyuruh ya ? boro2. yang tau Bebi kenal dia bgt pasti paham. mana bisa dia di suruh2 sholat, ngaji, umroh , haji, gundul licin ... apapun dlm idupnya ga ada kamus mau di atur2 dan di suruh2 ... once dia mau, ga ada satu org pun yg bisa nahan," tulisnya.
"Semoga niat baiknya melawan penilaian fisik dr manusia bisa di ganjar pahala ya sayang.
smg Umroh Badal buat mama papa dan papa John hari ini, Allah sampaikan pahala nya untuk mereka. Allah ampuni dosa2 nya ..., lapangkan dan terangi kuburnya. Allah pertemukan kita kelak di syurga nya Allah dan gundul nya kamu bisa menghapus segala dosa dan khilaf meluruhkan ego dan sifat2 buruk dan dilembutkan hati nya ... seperti bayi yg baru di lahirkan. Aamiin Ya Mujibasailin ..."
Namun ia juga membagikan kabar bahwa pesawatnya mengalami 'cancel'. Keduanya pun terancam tidak bisa pulang ke Indonesia. Hal ini diduga usai meletusnya perang antara Israel-AS vs Iran.
"trus, nasib kite gimana ini pesawat di cancel ga bisa pulang ??? Airspace UEA closed untuk waktu yg ga pasti ...
Doain yah temen2, Allah kasih Qadar yg baik untuk para jamaah yg ga bisa pulang ... jujur kita msh clueless nih ... berserah aja di rumah Allah. Allah jaga anak2, dan kasih plan yg terbaik," tandasnya.
Beragam komentar pun memenuhi unggahan tersebut. Tak seidkit pula yang memberikan doa terbaik agar keduanya diberi keselamatan dan bisa segera pulang ke Tanah Air.
"Masha Allah keren bebbbbbbb… doa dr gw dikasi kelancaran keselamatan utk pulang ya…. Kun fa yakun," tulis @si***
"masyaalloh ,bismillah semoga diberikan kelancaran dan kemudahan untuk kembali ke tanah air dg selamat," tambah @na***
"Semoga dilancarkan dimudahkan pulang kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan aman sehat selamat ...," imbuh @we***
Tertulis keterangannya penerbangan seharusnya dijadwalkan pada 02 Maret 2026 pukul 18.10.
"Your flight with Emirates EK-2069 from Jeddah to Dubai on 02 Mar 2026, 8.10 has been canceled due to operational reasons.
Kini Meisya Siregar dan Bebi Romeo terancam tak bisa pulang ke Indonesia imbas perang Israel-AS vs Iran. Kendati begitu, keduanya tetap mengupayakan tiket baru agar bisa segera pulang ke Indonesia.
"Abis war tiket lanjut traweh di kamar.. Alhamdulillah bs goler2," tulis Meisya.
Sebanyak 58.000 jemaah umroh asal Indonesia kini tertahan di Arab Saudi setelah perang Iran Vs Amerika meletus sejak Sabtu (28/2/2026).
"58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi," kata Ichsan Marsha, Jubir Kementrian Haji dan Umroh ikutip dari Youtube Kompas TV, Senin (2/3/2026).
Perang menyebabkan sejumlah penerbangan ditutup.
Jalur udara mengkhawatirkan membuat maskapai penerbangan membatalkan penerbangan.
Apa yang dilakukan pemerintah?
Untuk membantu para jemaah yang tertahan di Arab Saudi karena terdampak perang, Ichsan mengatakan pihaknya berupaya agar para jemaah ini bisa pulang.
"Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinnasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan," katanya.
"Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit," imbuhnya.
Pihaknya masih berupa opsi-opsi sesuai situasi di lapangan dan tentunya menitikberatkan pada keselamatan para jemaah.
Seperti opsi menggunakan mekanisme pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan atau yang lainnya.
Termasuk pula terus berkoordinasi dengan pihak di Arab Saudi memikirkan akomodasi jika para jemaah Indonesia ini tertahan cukup lama di Arab Saudi.
"Untuk pengawasan dari kita kepada jamaah juga telah membentuk tiga tim yang dihadirkan di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal Haji di Jeddah untuk berkoordinasi dan memantau jamaah kita yang berada di tanah suci," katanya.
"Kita sudah melakukan pendataan, kita imbau akomodasi yang layak untuk jamaah. Sudah ada tim-tim yang membersamai jamaah kita di sana," ungkapnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)