Jemaah Umrah Asal Sumedang Cemas Dampak Konflik AS–Israel vs Iran
ferri amiril March 02, 2026 02:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Memanasnya situasi konflik antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan jemaah umrah yang tengah berada di Tanah Suci. Meski kondisi di Kota Makkah tetap ramai dan kondusif, bayang-bayang dampak perang terhadap jalur penerbangan membuat sebagian jemaah waswas.

Hal itu disampaikan Tamami Yamaguchi, jemaah umrah asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang saat ini berada di Makkah, Arab Saudi. Menurutnya, aktivitas ibadah berjalan normal dan jutaan umat Muslim dari berbagai negara tetap memadati Masjidil Haram.

Ia mengatakan kekhawatiran terutama dirasakan jemaah dari luar Arab Saudi. Mereka cemas jika konflik berdampak pada kebijakan penghentian sementara penerbangan komersial demi alasan keselamatan.

“Kami dari Indonesia juga khawatir karena jalur udara yang dilalui mendekati daerah konflik,” katanya.

Baca juga: Waktu Imsakiyah 12 Ramadan 1447 H/2 Maret 2026 Untuk Kabupaten Sumedang

Namun, berdasarkan informasi dari biro travel yang mendampingi rombongannya, penerbangan yang akan mereka gunakan adalah maskapai Saudi Airlines dengan rute langsung Arab Saudi–Indonesia tanpa transit di negara yang terdampak konflik.

“Alhamdulillah, penerbangan kami langsung ke Indonesia dan tidak transit ke negara yang sedang berkonflik,” jelasnya.

Meski demikian, ia mendapat kabar dari jemaah lain bahwa sejumlah penerbangan maskapai seperti Qatar Airways dan Etihad sempat mengalami penundaan akibat pembatasan jalur udara di kawasan terdampak konflik.

Para pembimbing ibadah, lanjutnya, telah mengimbau seluruh jemaah untuk memperbanyak doa agar diberikan perlindungan dan kelancaran hingga kembali ke Tanah Air.

“Dari pembimbing kami diimbau untuk berdoa di Tanah Suci semoga diberi perlindungan Allah SWT dan bisa kembali ke tanah air tanpa halangan,” tuturnya.

Terkait posisi geografis, ia menyebut Makkah berada di wilayah Arab Saudi yang relatif jauh dari titik konflik. Informasi yang diterimanya dari pembimbing setempat menyebut kota suci tersebut berada di bagian barat Arab Saudi, sementara wilayah yang berbatasan langsung dengan negara-negara berkonflik berada di sisi lain.

“Insya Allah kota Makkah aman. Yang berisiko itu jalur penerbangan karena mendekati wilayah konflik, meski ke Indonesia lebih banyak melintasi jalur laut,” katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.