Prabowo Panen Kritik Buntut Wacana Jadi Juru Damai ke Teheran, Kedubes Iran Justru Apresiasi
Febriana Nur Insani March 02, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesediaannya untuk bertolak ke Teheran sebagai upaya mendamaikan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan ini muncul menyusul serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026), yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Melalui keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, Prabowo berharap langkah diplomatik tersebut dapat meredam ketegangan dan menciptakan kondisi yang lebih kondusif di kawasan.

Namun, wacana ini memicu respons beragam dari publik. Tidak sedikit pihak yang menilai upaya Prabowo kurang tepat, bahkan tidak realistis.

Salah satu yang angkat bicara adalah mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit. Ia menilai bahwa Iran kemungkinan tidak akan sepenuhnya menerima Indonesia sebagai mediator dalam situasi saat ini.

Pandangan Dian didasari pada fakta bahwa Indonesia telah bergabung dengan Board of Peace, badan internasional yang dibentuk oleh Presiden Donald Trump.

Alhasil keterlibatan Indonesia berpotensi memengaruhi persepsi Iran terhadap netralitas negara.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, yang mengingatkan agar Presiden tidak terburu-buru mengunjungi Teheran.

Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal bahkan menilai wacana Prabowo tidak realistis mengingat kompleksitas situasi dan sensitivitas politik yang tengah berlangsung.

Meski menerima banyak kritikan, rencana Prabowo justru direspons positif oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran.

Seperti apa?

Baca juga: Habis Umroh, Meisya Siregar-Bebi Romeo Tertahan di Mekkah Imbas Perang AS & Iran: Nasib Kita Gimana

AS-ISRAEL SERANG IRAN - Amerika Serikat dan Israel serang Iran hingga tewaskan Ayatollah Ali Khamenei sang pemimpin tertinggi. Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersedia bertolak menuju Teheran, Iran, demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif.
AS-ISRAEL SERANG IRAN - Amerika Serikat dan Israel serang Iran hingga tewaskan Ayatollah Ali Khamenei sang pemimpin tertinggi. Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersedia bertolak menuju Teheran, Iran, demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif. (Instagram @presidenrepublikindonesia)

Respons Kedutaan Besar Republik Islam Iran

Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. 

Iran juga menyambut kesiapan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengambil peran dalam upaya mediasi dari konflik yang terjadi di Timur Tengah tersebut.

“Apresiasi atas dukungan konsisten pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini,” tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (1/3/2026). 

Dalam pernyataannya, Iran juga menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.

Adapun serangan ke Iran yang terjadi pada Sabtu pagi (28/2/2026). 

Iran menuding Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap lokasi-lokasi sipil di Iran, termasuk sekolah, saat warga menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Baca juga: Bukan Datangi Iran, Dino Patti Djalal Sarankan Prabowo Surati Trump: Tunjukkan Indonesia Berprinsip

AS-ISRAEL SERANG IRAN - Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersedia bertolak menuju Teheran untuk damaikan Amerika-Israel dengan Iran.
AS-ISRAEL SERANG IRAN - Presiden Indonesia Prabowo Subianto bersedia bertolak menuju Teheran untuk damaikan Amerika-Israel dengan Iran. (YouTube Sekretariat Presiden)

Serangan itu disebut sebagai tindakan agresi yang melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran. 

Iran menyebut sejumlah fasilitas publik menjadi sasaran. 

Dalam siaran pers tersebut, Kedutaan Besar Iran menyatakan bahwa sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total akibat serangan tersebut.

Kedutaan Besar Iran juga menyinggung klaim Amerika Serikat yang menyatakan bertindak untuk membantu rakyat Iran. 

Namun, menurut Iran, klaim tersebut tidak sejalan dengan dampak serangan di lapangan. 

“Kini terlihat bagaimana mereka ‘membantu’ rakyat Iran dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa,” tulis pernyataan tersebut. 

Iran juga mengaitkan serangan terbaru ini dengan sejarah panjang permusuhan Amerika Serikat terhadap Iran, mulai dari kudeta 1953, dukungan dalam perang Irak-Iran, penembakan pesawat penumpang Iran pada 1988, hingga sanksi ekonomi dan berbagai dukungan terhadap serangan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

(TribunTrends.com)(Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.