Gerhana Matahari 3 Maret 2026, UKB Ingatkan Laksanakan Shalat dan Berdoa, Simak Rukunnya
M.Risman Noor March 02, 2026 01:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gerhana matahari terjadi, Selasa (3/2/2026) bertepatan dengan 13 Ramadhan 1447 Hijriah.

Fenomena alam ini memang jarang terjadi dan dalam Islam hendaknya melaksanakan salat Gerhana atau salat kusuf.

Ustadz Khalid Basalamah (UKB) menjelaskan tentang amalan kala gerhana matahari terjadi.

Simak juga niat dan tata cara pelaksanaan Sholat Gerhana Matahari.

Riwayat adanya anjuran Sholat Gerhana terdapat dalam hadits shahih, Ustadz Khalid Basalamah menyebutkan lebih spesifiknya adalah ketika terjadi Gerhana Matahari.

Baca juga: Hukum Membayar Zakat Fitrah Diganti Uang, Buya Yahya Ingatkan Tak Perlu Diperdebatkan

Baca juga: 58.000 Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Kemenhaj Buka Opsi Pemulangan

Diterangkan Ustadz Khalid Basalamah (UKB), Gerhana Matahari kala itu terjadi bertepatan setelah meninggalnya anak Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim.

Fenomena Gerhana Matahari akan hadir dalam rentang waktu tertentu, Ustadz Khalid Basalamah mengatakan hal tersebut adalah wujud tanda-tanda kekuasaan Allah.

Gerhana Bulan adalah fenomena tata surya yang melibatkan Bumi, Matahari, dan Bulan.

Fenomena ini terjadi ketika Bulan terutup oleh bayangan Bumi. Peristiwa ini hanya dapat terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan tepat atau hampir membentuk garis lurus dan Bulan berada dalam fase Bulan purnama.

Umat Islam dianjurkan Sholat Gerhana Bulan atau yang disebut khusuf, sebagaimana dianjurkan sholat Gerhana Matahari atau kusuf.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, telah terjadi Gerhana di zaman Nabi Muhammad SAW pada hari dimana meninggalnya Ibrahim anak dari Nabi SAW.

Baca juga: Lewati Seleksi Ketat Sejak 2025, Lima Pimpinan Baznas HSS Akhirnya Resmi Dilantik

"Lalu orang-orang berkata Gerhana Matahari terjadi akibat kematian Ibrahim, maka Rasulullah SAW bersabda, sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi, tak akan terjadi gerhana pada keduanya dikarenakan kematian seseorang, atau karena hidupnya seseorang," jelasnya.

Ustadz Khalid Basalamah menambahkan Rasulullah SAW kemudian menganjurkan apabila melihat kedua Gerhana tersebut maksudnya Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari, maka hendaknya berdoa dan sholat hingga Gerhana itu hilang.

Dalam hadist disebutkan Gerhana Matahari, namun juga ada Gerhana Bulan, perbedaannya waktu pelaksanaan Gerhana Bulan dilakukan pada malam hari dan umumnya dilakukan sendiri-sendiri tidak berjamaah. Sedangkan Gerhana Matahari dianjurkan sholat berjamaah.

Pada hadist shahih caranya yakni dijelaskan Nabi Muhammad SAW mengeraskan bacaan di kala sholat Gerhana dan sholat dua rakaat dengan empat rukuk dan empat sujud.

"Karena disunnahkan sholat hingga gerhana hilang, maka Nabi SAW membaca surah yang panjang setelah Surah Al-Fatihah," papar Ustadz Khalid Basalamah.

Surah-surah yang panjang yakni Surah Al-Baqarah, Surah Ali Imran, Surah An-Nisa, dan Surah Al-Maidah.

Kemudian rukuk pun dilakukan dalam keadaan yang lama, selama berdiri sebelumnya. Caranya membaca keenam doa rukuk, Subhana robbiyal adzhimi sebanyak 10-11 kali.

Lalu membaca Subhana robbiyal adhzimi wabihamdih 10-11 kali, dilanjutkan mengucapkan Subbuhun, quddusun, rabbuna wa rabbul mala'ikati war ruh sebanyak 10-11 kali.

"Selanjutnya membaca Subhana dzil jabaruuti wal malakuuti wal kibriyaai wal 'adzamati 10-11 kali, lalu Subhaanakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfirlii 10-11 kali, serta Allahumma laka raka’tu wa bika aamantu walaka aslamtu khasya’a laka sam’i wa bashari wa mukhhii wa’ adzmii wa ‘ashabii dibaca 10-11 kali," terang Ustadz Khalid Basalamah.

Setelah itu dilanjutkan bangun I'tidal, imamnya kembali membaca surah yang lebih pendek dari yang awal.

Baca juga: Rita Pilih Beli Mobil dengan Sistem Syariah, Begini Acara Spesial Otomotifnya

Lalu dilanjutkan rukuk yang kedua sebagaimana sholat biasanya, lanjut i'tidal. Di rakaat kedua berlaku sebagaimana rakaat pertama.

"Perbedaannya dengan sholat lain menambah rukuk satu kali di rakaat pertama dan satu kali di rakaat kedua," urai Ustadz Khalid Basalamah.

Niat sholat Kusuf atau sholat Gerhana Matahari Sendirian

Niat sholat gerhana matahari cukup di dalam hati. Namun, bagi Anda yang terbiasa melafadzkan niat, berikut niat sholat Gerhana Matahari:

1. Niat sholat Kusuf atau sholat Gerhana Matahari Sendirian

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى

Ushalli sunnatal khusuufi rak'ataini lillaaji ta'aalaa

Artinya: Aku niat sholat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala.

2. Niat sholat Khusuf atau sholat Gerhana Matahari Berjamaah

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya, “Saya sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.