Travel Umrah di Bandar Lampung Pastikan 32 Jemaah di Arab Saudi Aman
Reny Fitriani March 02, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, salah satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Bandar Lampung memastikan seluruh jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci dalam kondisi aman.

Pimpinan Salamah Travel Sejahtera, Siti Aisyah, menegaskan pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh jamaah, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Kami memastikan seluruh jamaah yang kami berangkatkan dalam keadaan aman. Tanggung jawab kami tidak hanya saat pemberangkatan, tetapi juga selama mereka menjalankan ibadah hingga kembali,” ujar Siti Aisyah dalam keterangan, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah memberangkatkan sebanyak 32 jamaah umrah ke Arab Saudi. 

Seluruh jamaah dilaporkan dalam kondisi baik dan tetap menjalankan rangkaian ibadah tanpa kendala berarti.

Baca Juga 58.873 Jemaah Umrah Tertahan, Kanwil Kemenhaj Lampung Tunggu Laporan Travel Umrah

“Alhamdulillah, seluruh jamaah masih bisa beribadah dengan khusyuk. Kami terus memantau kondisi mereka dan berkoordinasi dengan tim pendamping di sana,” jelasnya.

Menurutnya, komunikasi yang intens antara pihak travel, jamaah, dan keluarga di Bandar Lampung menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan selama menjalankan ibadah.

Ia pun mengimbau keluarga jamaah agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi dinamika situasi di Timur Tengah.

“Kami meminta keluarga untuk tetap tenang dan menjaga komunikasi dengan jamaah. Hal ini penting agar jamaah juga merasa nyaman dan fokus dalam beribadah,” katanya.

Siti Aisyah menambahkan, pihak travel berkomitmen memberikan informasi terbaru kepada keluarga jamaah apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung turut mengingatkan seluruh PPIU untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi keamanan kawasan yang dinamis.

Kepala Kanwil, Ansori F Citra, menyarankan agar keberangkatan jamaah yang belum memiliki jadwal pasti, khususnya selama bulan Ramadan, dapat dipertimbangkan untuk ditunda.

Menurutnya, langkah tersebut penting guna mengantisipasi berbagai risiko, termasuk kemungkinan kendala kepulangan jika situasi memburuk di sejumlah kota di Arab Saudi seperti Makkah, Madinah, maupun Jeddah.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.