Agnez Mo Bagikan Kondisi di Tengah Perang Iran Vs AS, Pastikan Aman di Dubai: Jangan Percaya Medsos
Ika Putri Bramasti March 02, 2026 04:05 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Di tengah memanasnya konflik antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel, penyanyi Agnez Mo diketahui sedang berada di Dubai, Uni Emirat Arab.

Kondisinya langsung menjadi sorotan, mengingat kota tersebut dilaporkan termasuk wilayah yang terdampak eskalasi serangan.

Serangan rudal yang dilaporkan terjadi disebut menyasar sejumlah lokasi penting. Di antaranya adalah Bandara Internasional Dubai serta hotel ikonik Burj Al Arab.

Laporan yang beredar menyebutkan adanya kerusakan signifikan dan korban jiwa akibat serangan tersebut.

Sementara itu, informasi lain sempat muncul melalui unggahan di platform X dari Abu Dhabi Airports.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa insiden di Bandara Internasional Zayed menyebabkan satu orang warga negara Asia meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka.

Namun, unggahan tersebut kemudian dihapus tidak lama setelah dipublikasikan, sehingga menambah kebingungan publik.

Agnez Mo memastikan bahwa dirinya dalam keadaan aman di tengah konflik antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel.
Agnez Mo memastikan bahwa dirinya dalam keadaan aman di tengah konflik antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel. (Instagram @agnezmo)

Baca juga: Kesedihan Meisya Siregar dan Bebi Romeo Tertahan di Makkah, Pasrah Tak Bisa Pulang Imbas Perang

Di tengah simpang siurnya informasi yang beredar, Agnez Mo akhirnya angkat bicara. 

Meski ia mengaku tidak suka memberikan klarifikasi terkait kondisi pribadinya, penyanyi tersebut merasa perlu memberikan kepastian agar keluarga dan orang-orang terdekatnya tidak khawatir.

Melalui Instagram Story pribadinya, ia memastikan bahwa dirinya dalam keadaan aman.

"Hai semuanya, aku menerima banyak DM dan pesan. Terima kasih untuk memastikan. Aku baik-baik saja," tegas Agnez, dikutip Senin (2/3/2026).

Selain memastikan keselamatannya, ia juga mengingatkan publik untuk tidak langsung mempercayai semua informasi yang beredar di media, terutama di tengah situasi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini.

"Aku tahu, situasi mungkin terlihat intens di media sosial, tapi tolong jangan mempercayai semua yang kamu lihat di media," pinta Agnez.

Lebih lanjut, ia membantah terjebak di Dubai.

Agnez bahkan membagikan situasi apartemennya yang kondusif.

Sembari membuka jendela apartemennya, wanita 39 tahun itu memperlihatkan deretan gedung tinggi yang terlihat utuh dan aman.

"Saya sedang berada di apartemen saya sekarang dan semuanya aman," lanjutnya.

Agnez berjanji akan berusaha menjaga keselamatan dan bersikap hati-hati di tengah situasi yang berkembang.

"Saya berusaha untuk tetap aman dan sangat berhati-hati, saya mengambil keputusan yang bertanggung jawab sesuai dengan situasi yang ada," ucap Agnez Mo.

Sekali lagi, Agnez menegaskan dirinya baik-baik saja dan sama sekali tidak terjebak.

Dia turut mendoakan orang-orang yang terdampak dalam situasi perang di Timur Tengah itu.

"Saya hanya ingin meluruskan bahwa saya baik-baik saja dan tidak terjebak di Dubai," katanya.

"Saya mendoakan orang-orang yang benar-benar terdampak oleh situasi ini," sambungnya.

"Tolong jangan membuat judul yang justru memperkeruh suasana. Jangan dibuat-buat judulnya, saya mohon. Saya baik-baik saja dan aman," tutur Agnez.

Ia juga berjanji akan menjadi orang pertama yang memberi tahu jika situasi tidak kondusif.

"Jika ada sesuatu, saya pasti akan menjadi orang pertama yang memberi tahu," tutupnya.

Rudal Serangan Balasan Iran Hujani Pangkalan Militer AS, Qatar hingga UEA Membara

Iran langsung melancarkan aksi balasan atas serangan terkoordinasi Amerika Serikat (AS) dan Israel, Minggu (3/1/2026).

Serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026) ini menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan para pejabat keamanan tinggi Iran.

Adapun serangan balasan Iran telah menargetkan Israel dan aset-aset AS di berbagai negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Irak, dan Oman.

Dalam laporan pembaruannya, Al Jazeera menyebut tiga tentara AS tewas dalam pertempuran dan lima lainnya luka serius setelah serangan Iran di seluruh Timur Tengah, menurut Komando Pusat AS (Centcom).

Serangan balasan Iran juga menyasar langsung Israel.

Sedikitnya sembilan orang tewas dalam serangan rudal Iran di kota Beit Shemesh, Israel.

Abaikan Peringatan Trump

Serangan balasan Iran ini mengabaikan ancaman Presiden AS, Donald Trump yang  memperingatkan Iran bahwa mereka akan dihantam “dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika mereka menyerang “dengan sangat keras hari ini”.

Di sisi lain, unit elite militer Iran, Korps Garda Revolusi bersumpah akan membalas dendam dan mengatakan telah melancarkan serangan terhadap 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di Timur Tengah, serta fasilitas militer Israel di Tel Aviv.

Serangan balasan Iran ini membuat seluruh kawasan membara karena sebagian  negara di Timur Tengah menampung sejumlah pangkalan militer AS.

"Ledakan terus terdengar di Qatar dan Uni Emirat Arab," tulis laporan Al Jazeera.

Media pemerintah Iran mengatakan setidaknya 201 orang tewas dalam serangan di 24 provinsi.

(Tribunnews.com/ Salma/ Hasiolan Eko P Gultom)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.