Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di luar negeri akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Di Lampung, ratusan warga yang berangkat melalui salah satu biro travel juga dilaporkan belum dapat kembali ke tanah air.
Anggota DPRD Provinsi Lampung Andika Wibawa Sepulau Raya, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
“Kami prihatin dengan kejadian ini. Konflik perang memang tidak kita duga sebelumnya, dan ini menimbulkan kerugian serta kepanikan bagi para jemaah yang sedang menjalankan ibadah,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (2/3/2026).
Menurut Andika, pemerintah pusat harus segera turun tangan untuk memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia yang saat ini tertahan dan tidak bisa pulang.
Baca Juga Travel Umrah di Bandar Lampung Pastikan 32 Jemaah di Arab Saudi Aman
Ia meminta pemerintah, termasuk perwakilan Indonesia di luar negeri seperti konsulat jenderal, segera melakukan pendataan terhadap seluruh jemaah yang terdampak.
“Minimal didata mana saja warga negara kita yang belum bisa pulang dan sampai kapan. Selama masa itu, pemerintah harus hadir memberikan perlindungan, baik dari sisi keamanan, tempat tinggal, hingga kebutuhan makanan,” tegasnya.
Andika menilai, kebutuhan hidup jemaah selama tertahan tidak boleh dibebankan kepada para peserta umrah.
Sebab, tidak semua jemaah memiliki kemampuan finansial untuk bertahan dalam waktu yang belum pasti.
Ia juga mendorong pemerintah untuk tidak menunggu situasi normal sepenuhnya, melainkan melakukan langkah proaktif atau jemput bola untuk mengevakuasi warga.
“Kalau memang sudah ada celah aman, pemerintah harus jemput bola. Tidak perlu menunggu maskapai reguler, bahkan jika perlu melalui jalur militer karena ini menyangkut keselamatan warga negara kita,” jelasnya.
Selain itu, Andika menegaskan biro travel yang memberangkatkan jemaah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan peserta dan tetap berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri.
Meski hingga saat ini belum ada aduan langsung dari keluarga jemaah kepada DPRD Lampung, Andika memastikan pihaknya terus menyoroti perkembangan situasi dan siap menindaklanjuti jika ada laporan dari masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan agar para jemaah yang saat ini tertahan bisa segera kembali ke tanah air dengan selamat.
“Kita semua berdoa semoga saudara-saudara kita yang terjebak konflik bisa segera pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga mereka,” tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)