Jejak Try Sutrisno, Karier Militer Mentereng hingga Jabat Wapres Era Orde Baru, Profesi ke-7 Anaknya
Desi Triana Aswan March 02, 2026 07:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Inilah jejak sang Jenderal, Try Sutrisno mulai dari karier militer mentereng hingga sempat menjabat sebagai Wakil Presiden ke-6 RI pada era Orde Baru. 

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besarnya. 

Try Sutrisno tutup usia pada Senin (2/3/2026) atau 12 Ramadan 1447 Hijriah. 

Ia dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. 

Tak ada sakit, namun kondisinya perlahan menurun. 

Mantan Panglima ABRI tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada usia 90 tahun.

Jejak Try Sutrisno sangat mentereng sepanjang hidupnya. 

Namanya, masuk dalam sejarah sebagai orang nomor dua di Indonesia periode 1993-1998.

Baca juga: Daftar Nama Veteran di Konawe Sulawesi Tenggara Tersisa 11 Orang, Terima Bantuan di Hari Pahlawan

Karier Militer

Try Sutrisno adalah tokoh militer di Indonesia. 

Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 November 1935.

Sepanjang hidupnya, Try Sutrisno pernah duduk pada jabatan-jabatan penting di militer. 

Ia pernah menjabat sebagai Panglima ABRI pada tahun 1988 hingga 1993.

Tak hanya itu, dirinya juga pernah menduduki jabatan sebagai KSAD pada 1986 hingga 1988.

Selain itu, ia pernah didapuk sebagai Panglima Kodam V/Jaya hingga Pangdam IV/Sriwijaya.

Kedekatan dengan Soeharto 

Awal kariernya bahkan Try Sutrisno langsung mendampingi Soeharto sebagai ajudan pribadi.

Dari sinilah ia dekat dengan Presiden ke-2 RI itu. 

Semua bermula saat Try diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956. 

Kala itu usianya masih sangat muda yakni 21 tahun. 

Namun dirinya sudah diterjunkan pada tugas yang cukup berat. 

Ia mengawali pengabdiannya sebagai prajurit dengan terlibat dalam operasi penumpasan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

1962, Try Sutrisno kembali terlibat dalam operasi militer, yakni Operasi Pembebasan Irian Barat. 

Dalam penugasan tersebut, ia berinteraksi dengan Soeharto yang saat itu berpangkat Mayor Jenderal dan ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Panglima Komando Mandala yang bermarkas di Sulawesi. 
Dari operasi inilah kedekatan antara Try Sutrisno dan Soeharto mulai terjalin. 

Try Sutrisno pun terus berkembang. 

Pada 1974, ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto. 

Penugasan itu menjadi titik penting dalam perjalanan karier militernya.

Dilantik Jadi Wapres

Setelah pensiun dari TNI, Try Sutrisno dipercaya menjadi Wakil Presiden ke-6 RI pada era Orde Baru.

Kala itu ia mendampingi Presiden Soeharto untuk periode 1993-1998.

Dalam Sidang Umum MPR 1997, Try Sutrisno ditetapkan sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998.

Ia dicalonkan oleh Fraksi ABRI MPR-RI, mendahului pilihan terbuka dari Presiden Soeharto ketika itu.

Try Sutrisno tercatat menjadi wakil presiden Soeharto yang ketiga dari kalangan militer. 

Ia menjabat di kursi RI-2 persis setelah Sudharmono turun tahta.

Pada 1998, tugas Try Sutrisno sebagai wapres berakhir. Ia lantas digantikan oleh BJ Habibie yang terpilih sebagai wakil presiden melalui Sidang Umum MPR 1998.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi purnawirawan TNI. 

Ia kerap hadir dalam forum-forum kebangsaan serta menyampaikan pandangan mengenai isu-isu strategis nasional.

Try Sutrisno pernah menjadi Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) hingga 2003 dan Ketua Dewan Pembina Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Jabatan terakhir yang ia emban adalah Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila periode 2022–2027.

Jejak Legasi untuk ke-7 Anaknya

Try Sutrisno memiliki istri yang bernama Tuti Sutiawati.

Pasangan ini dikaruniai 7 orang anak.

Ketujuh anaknya tersebut memiliki karier yang cemerlang.

Berikut sosok 7 anak Try Sutrisno: 

1. Drg. Nora Tristyana, M.A.R.S.

Anak pertama Try Sutrisno adalah perempuan, yakni bernama Nora Tristyana.

Nor berprofesi sebagai seorang dokter gigi.

Ia menikah dengan mantan Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.

2. Dr. Taufik Dwi Cahyono, M.Sc.

Anak kedua Try Sutrisno yakni bernama Taufik Dwi Cahyono.

Taufik adalah seorang akademisi dan dosen di Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

Ia telah meraih gelar Doktor Ilmu Pertahanan di Unhan pada 2022.

3. Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi

Firman Shantyabudi adalah anak ke-3 Try Sutrisno.

Dalam kariernya, Firman Shantyabudi telah malang melintang di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Ia merupakan purnawirawan jenderal bintang 2 di Polri.

Jabatan terakhirnya di Polri yakni sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas).

Firman Shantyabudi tercatat aktif menjabat sebagai Kakorlantas Polri pada 2021 hingga 2023.

Semasa dinasnya, Firman juga sempat mengisi kursi jabatan sebagai Kapolda Jambi.

Jenderal kelahiran Jakarta, 17 November 1965, ini resmi pensiun sebagai perwira tinggi (Pati) Polri pada 2023.

Rekam jejak Firman Shantyabudi di Polri pun tak main-main.

Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.

4. Nori Chandrawati

Nori Chandrawati adalah anak keempat Try Sutrisno.

Ia memiliki suami seorang purnawirawan perwira tinggi TNI AU yang bernama Marsda TNI (Purn) Danang Hadiwibowo.

Nori juga aktif sebagai Ketua Yayasan Krida Nusantara.

Yayasan tersebut menaungi berbagai institusi pendidikan di Bandung.

5. Isfan Fajar Satrio

Anak kelima Try Sutrisno yakni bernama Isfan Fajar Satrio.

Isfan adalah Ketua Umum Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (PPPAD).

Selain itu, ia juga dikenal sebagai Ketua Pengawas Yayasan Krida Nusantara.

6. Letjen TNI Kunto Arief Wibowo

Letjen TNI Kunto Arief Wibowo adalah Pati TNI AD atau jenderal bintang 3 yang menjabat sebagai Pangkogabwilhan I.

Kunto lahir di Malang, Jawa Timur, 15 Maret 1971.

Letjen Kunto memiliki rekam jejak karier yang cemerlang di TNI AD.

Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992.

Berbagai jabatan strategis di kemiliteran tanah air pun juga sudah pernah diembannya.

Kunto tercatat pernah menjabat sebagai Danyonif 500/Raider (2008-2009), Dansatdik Sussarcab Pusdikif Pussenif (2009-2010), dan Kasbrigif 13/Galuh (2010-2012).

Selain itu, ia juga sempat menduduki posisi sebagai Danbrigif 6/Tri Shakti Balajaya (2012-2013), Kadep Teknik Akmil (2013-2014), dan Asops Kasdam IX/Udayana (2014-2015).

Tak hanya itu, Kunto juga pernah bertugas sebagai Pamen Denma Mabesad (2015-2016), Danrem 044/Garuda Dempo (2016-2018), dan Danpuslatpur Kodiklatad (2018).

Pada 2018, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo berhasil menyandang pangkat jenderal bintang satu alias Brigjen.

Saat itu, ia didapuk menjadi Danrem 032/Wirabraja.

Setelah itu, Kunto dimutasi menjadi Kasdam III/Siliwangi pada tahun 2020.

Tak berselang lama, Letjen Kunto kemudian kembali naik pangkat menjadi Mayjen dan didapuk menjadi Pangdivif 3/Kostrad.

Pada 2022, Kunto diutus sebagai Pangdam III/Siliwangi merangkap Dankogartap II/Bandung.

Kemudian, ia dimutasi menjadi Wadankodiklatad pada tahun 2023.

Kunto juga sempat menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Sekretariat Jenderal Wantannas pada 2004.

Baru setelah itu ia naik pangkat menjadi Letjen dan diangkat sebagai Pangkogabwilhan I.

7. Natalia Indrasari

Anak bungsu Try Sutrisno yakni bernama Natalia Indrasari.

Ia berprofesi sebagai psikolog keluarga di Amerika Serikat.

Natalia telah memiliki lisensi resim psikolog di Iowa, Virginia, dan Hawaii.(*)

(Tribunnews.com/Rakli) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)


 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.