TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Lonjakan penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diprediksi akan mengalami kenaikan selama musim mudik Idul Fitri 1447H/2026.
Mengatasi persoalan itu sejumlah instansi terkait mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk mengatasi persoalan tersebut.
Salah satunya adalah Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas ll A Tanjungpinang.
"Kami sudah mulai melakukan persiapan, untuk menghadapi musim mudik tahun 2026 ini," sebut Kepala Subbagian Tata Usaha KSOP Kelas II A Tanjungpinang, Harry Priambodo, Senin (2/3/2026).
KSOP sudah melaksanakan uji petik terhadap tujuh kapal sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelayanan publik selama mudik dan arus balik.
"Sudah ada tujuh kapal yang dinyatakan memenuhi persyaratan layak laut dan persyaratan keselamatan pelayaran," katanya.
Sejumlah kapal ini bakal melayani rute domestik maupun internasional, termasuk tujuan Singapura dan Malaysia.
"Arus mudik tahun 2026 diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, namun berpotensi mengalami peningkatan," bebernya.
Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Kelas II Tanjungpinang, Abdur Rachman, menyampaikan pihaknya juga membuka kemungkinan penambahan armada apabila terjadi lonjakan signifikan.
Berkaca pada masa Natal dan Tahun Baru sebelumnya, terdapat tambahan kapal berkapasitas sekitar 400 penumpang untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna jasa di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).
"Tentu kami berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran guna menambah armada, baik untuk pelayaran domestik maupun internasional," kata dia.
Sementara rencana pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran masih menunggu hasil rapat koordinasi Kementerian Perhubungan di tingkat pusat.
"Kami rencana bangun posko di dua lokasi. Pertama posko koordinator di Kantor KSOP dan Posko pemantauan di area Pelabuhan Sri Bintan Pura," tutupnya. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)