Saling Tuding di Teluk Persia, Drone Serang Saudi Aramco, Militer Iran Sebut AS Target Utama
Budi Susilo March 02, 2026 08:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, RIYADH – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru. Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan telah berhasil mencegat dua buah drone yang berupaya menyerang fasilitas vital milik Saudi Aramco, yakni kilang minyak Ras Tanura, pada Senin (2/3/2026).

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengonfirmasi bahwa kedua pesawat tak berawak tersebut berhasil dihancurkan di udara sebelum mencapai sasaran utama.

Meski demikian, puing-puing hasil intersepsi jatuh berserakan di sekitar lokasi dan memicu situasi darurat.

Operasi pencegatan ini menyebabkan puing-puing berjatuhan yang mengakibatkan kebakaran terbatas di sekitar area fasilitas sipil dan permukiman.

Baca juga: Kapal Perang Hingga Drone Kamikaze Siaga Tempur di Perairan Babel, Marinir Tembakkan Roket MLRS

"Namun tidak ada korban jiwa," ungkap Al-Maliki sebagaimana dikutip dari Saudi Gazette.

Pihak Kementerian Energi Arab Saudi merilis laporan bahwa insiden ini terjadi tepat pada pukul 07.04 waktu setempat.

Kilang Ras Tanura yang merupakan jantung pengolahan dan ekspor minyak mentah di pesisir Teluk Persia mengalami kerusakan ringan akibat hantaman serpihan drone.

Meski sempat memicu api, tim tanggap darurat berhasil mengendalikan kebakaran dengan cepat.

Baca juga: Disperkimtan Paser Latih Pegawai Kuasai Sistem Informasi Geografi dan Drone untuk Pemetaan Wilayah

Sebagai langkah proteksi maksimal, beberapa unit operasional sempat dihentikan sementara guna pemeriksaan keamanan.

"Pasokan minyak dan produk turunannya untuk pasar domestik dipastikan tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh insiden ini," tulis pernyataan resmi kementerian tersebut.

Ancaman Terus Mengintai

Sumber militer Teheran menegaskan bahwa fasilitas minyak di negara-negara kawasan bukanlah target operasi mereka.

"Seluruh kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan manapun adalah target sah dan akan berada di bawah serangan kami," tegas sumber militer tersebut.

Meskipun Iran membantah keterlibatan dalam serangan ke Ras Tanura, insiden ini semakin memperkeruh situasi di Timur Tengah.

Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dalam beberapa hari terakhir telah membuat pasar energi global dalam kondisi waspada tinggi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.