TRIBUNPEKANBARU.COM - Malam Ramadan di Jalan Raya Perawang Km 7, Terminal Lama, Kecamatan Tualang terasa berbeda. Jika biasanya waktu malam identik dengan suara knalpot dan balap liar, kali ini yang terdengar adalah hitungan mundur dan sorak semangat ratusan remaja yang bersiap berlari.
Sebanyak 200 peserta ambil bagian dalam balap lari bertajuk “Go Sprint Go Green” yang digelar Polres Siak.
Lima pelari tercepat ditentukan melalui pencatatan stopwatch dan berhak membawa pulang hadiah. Selain itu, bibit pohon juga dibagikan kepada peserta dan warga sebagai bagian dari kampanye peduli lingkungan.
Andi (19), salah satu peserta, mengaku lebih memilih ikut lomba dibanding sekadar nongkrong tanpa arah di malam hari atau berkumpul menyaksikan balap liar. Menurut dia, kegiatan seperti ini memberi semangat bagi anak muda untuk menyalurkan energi secara positif.
“Biasanya malam puasa banyak yang balap liar. Sekarang ada lomba lari seperti ini, jadi lebih seru dan bermanfaat. Kami bisa olahraga sekaligus kumpul bareng teman-teman,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Diduga Bandar, Petani di Siak Ditangkap dengan 10 Paket Sabu di Suak Lanjut
Kapolsek Tualang, Teguh Wiyono, mengatakan tak menyangka antusiasme para remaja dan dukungan masyarakat. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi dengan unsur Forkopimcam, TNI, serta Dinas Perhubungan untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib.
“Kami ingin memastikan malam Ramadan di wilayah Tualang tetap kondusif. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan,” katanya.
Kasat Lantas Polres Siak, AKP A Ramadhan, menambahkan, selama Ramadan potensi balap liar dan pelanggaran lalu lintas cenderung meningkat pada malam hingga dini hari. Melalui lomba lari ini, pihaknya ingin mengedukasi, adu kecepatan seharusnya dilakukan di tempat yang aman.
“Kecepatan bukan di jalan raya menggunakan kendaraan, melainkan di lintasan yang aman dan sehat. Harapannya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menegaskan kegiatan ini merupakan pendekatan humanis untuk mencegah gangguan kamtibmas di bulan suci.
“Kita mengadakan balap lari, bukan balap liar. Melalui tema ‘Go Sprint Go Green’, selain adu kecepatan, kita juga mengajak masyarakat peduli lingkungan dengan pembagian bibit pohon,” katanya.
Menurut dia, kepolisian tidak hanya hadir dalam bentuk penindakan, tetapi juga membuka ruang-ruang positif bagi generasi muda. Dengan olahraga, tubuh menjadi sehat, lingkungan terjaga, dan situasi keamanan tetap kondusif.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)