Drone Iran Hantam Kilang Minyak Terbesar di Arab Saudi, Aramco Ditutup Sementara
Muhammad Ridho March 02, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebuah drone Iran menghantam fasilitas minyak Saudi Aramco di Ras Tanura, Arab Saudi, hingga menyebabkan kebakaran pada Senin pagi (2/3/2026). 

Kebakaran yang sempat muncul berhasil dikendalikan dengan cepat oleh tim tanggap darurat, tanpa menimbulkan korban luka maupun korban jiwa.

Seorang koresponden Semafor melaporkan melalui unggahan di platform X bahwa api telah dipadamkan, mengutip sumber terkait.

"Muncul api, dihasilkan dari pecahan peluru yang jatuh selama operasi intersepsi, tanpa korban sipil."

Juru bicara itu menambahkan bahwa operasi intersepsi mengakibatkan pecahan peluru jatuh di dekat warga sipil.

Insiden itu juga terlihat dalam rekaman media sosial yang beredar luas.

Terkait kebakaran kilang tersebut, iran membantah menyasar fasilitas minyak.

 Sumber tersebut menegaskan bahwa sasaran utama Iran adalah kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

“Seluruh kepentingan Amerika dan Israel di mana pun di kawasan adalah target sah dan akan berada di bawah serangan,” demikian pernyataan sumber tersebut.

Baca juga: Selat Hormuz Ditutup Iran, Prabowo Langsung Panggil Bahlil ke Istana Bahas Stok BBM Jelang Lebaran

Aramco Ditutup Sementara

Reuters, mengutip sumber industri, melaporkan bahwa raksasa minyak negara Arab Saudi menutup kilang Ras Tanura setelah serangan pesawat tak berawak.

Aramco ditutup sebagai tindakan pencegahan, dan situasinya terkendali, kata sumber itu, mengutip TXT World.

Ras Tanura, yang terletak di pantai timur Arab Saudi di sepanjang Teluk, berfungsi sebagai salah satu pusat penyulingan minyak dan ekspor utama kerajaan.

Aramco merupakan rumah salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas 550.000 barel per hari (bph).

Fasilitas energi Arab Saudi yang dijaga ketat tersebut telah ditargetkan sebelumnya, terutama pada September 2019 ketika serangan drone dan rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Akibat serangan tersebut merobohkan lebih dari setengah produksi minyak mentah kerajaan dan mengguncang pasar global.

Serangan tersebut menewaskan beberapa pemimpin Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, aset AS, dan beberapa negara Teluk.

Sejauh ini, serangan Iran telah melanda Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA. 

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.