Bencana Alam di Ambon Tahun 2025: Kecamatan Teluk Ambon Tersedikit, Sirimau Tertinggi
Fandi Wattimena March 02, 2026 10:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mencatat jumlah penanganan bencana alam yang telah ditangani sebanyak 1.325 kejadian. 

Jumlah ini dihimpun dari 5 Kecamatan di Kota Ambon yaitu Baguala, Leitimur Selatan, Nusaniwe, Sirimau, dan Teluk Ambon.

Jumlah penanganan bencana alam ini terhitung dari Bulan Februari-November 2025

Berbagai penanganan telah dilakukan akibat dari bencana alam seperti tanah longsor, cuaca ekstrem, banjir, kebakaran permukiman, dan pohon tumbang.

Baca juga: ‎Penempatan PPPK PW di Maluku Tengah Belum Final, Guru Swasta Bakal di Rotasi ke Sekolah Negeri 

Baca juga: Inflasi Maluku YoY Februari 2026 Naik, Capaian 5,97 Persen IHK 112,30

Berikut daftar bencana alam di Kota Ambon 

  • Kecamatan Sirimau dengan jumlah bencana alam 937 kejadian.

Terdata bencana alam longsor sebanyak 888 kejadian. 

Sedangkan 49 kejadian terhitung banjir dan pohon tumbang. 

  • Kecamatan Nusaniwe sebanyak 172 kejadian.

Bencana tanah longsor sebanyak 147, selanjutnya 25 kajadian lainnya kategori cuaca ekstrem dan pohon tumbang. 

  • Kecamatan Leitimur Selatan terhitung 117 kejadian.

Didominasi oleh bencana alam tanah longsor sebanyak 110, sedangkan 7 kejadian lainnya banjir. 

  • Kecamatan Baguala sebanyak 78 kejadian bencana alam.

Bencana alam tanah longsor mendominasi juga sebanyak 54 selanjutnya 24 kejadian lainnya terhitung dari cuaca ekstrem. 

  • Kecamatan Teluk Ambon sebanyak 21 kejadian.

Dengan sedikit laporan tanah longsor hanya 2 kejadian. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, menjelaskan upaya yang dilakukan. 

Salah satunya dengan melibatkan Dinas terkait lainnya bersama-sama membantu masyarakat menangani bencana. 

"Kita terus lakukan koordinasi dengan pihak lainnya untuk mengupayakan penanganan bencana alam yang terjadi di masyarakat," ujarnya kepada Tribun Ambon.com, Senin (2/3/2026). 

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan dua hal yakni tidak berlindung di bawah pohon rindang serta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu banjir.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.