Mahasiswa Samarinda Minta Komitmen Polri Hentikan Aksi Represif Terhadap Masyarakat
Miftah Aulia Anggraini March 02, 2026 08:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Puluhan mahasiswa di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), geruduk Mako Polresta Samarinda pada Senin (02/03/2026).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Hittan mengungkapkan beberapa tuntutan yang ditujukan kepada Polresta Samarinda dalam Aksi Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram). 

Kata Hittan, aksi ini menjadi sinyal besar terhadap kepemimpinan Polri yang berada di Samarinda.

Dia bilang, aksi ini guna meminta tataran di dalam Polresta Samarinda tidak melakukan aksi yang Represif terhadap masyarakat kota Samarinda. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Puluhan Mahasiswa Geruduk ke Polresta Samarinda, Bawa 7 Tuntutan

"Kami meminta setidak-tidaknya dalam tataran Polri di Kota Samarinda tidak melakukan hal Represif dan tidak melakukan aksi yang mengintimidasi," jelasnya. 

Kader Himpunan Mahasiswa Islam komisariat Unmul itu memperingatkan kepada aparat kepolisian tidak melakukan upaya kriminalisasi dan sebagainya.

Ia mencotohkan saat didalam aksi-aksi mahasiswa. 

"Kami selalu kena pukul, selalu ada korban, setiap aksi tidak pernah tidak ada korban, selalu ada korban," paparnya. 

Baca juga: Demo di Depan Polresta Samarinda, Mahasiswa Desak Kapolri Mundur dan Hapus Dwifungsi Polri

Ia meminta komitmen kepada Kapolresta Samarinda Kombespol Hendri Umar untuk menghentikan tindakan-tindakan represif yang dilakukan oleh anggota Polresta Samarinda. 

"Ya kami minta komitmen, represif dari anggota Polri terlebih di Samarinda agar dihentikan," ujarnya. 

Aliansi Geram juga menitip tuntutan-tuntutan ke Mabes Polri.

Mereka mengingatkan aksi ini sebagai kekuatan rakyat yang turun ke jalan seperti contohnya aksi tahun 1998 yang direvolusi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.