Penampakan JPO Sarinah Jakpus, Dilengkapi Lift yang Ramah Disabilitas dan Lansia
Dwi Rizki March 02, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di kawasan Jakarta Pusat setelah melalui proses revitalisasi, Senin (2/3/2026).

Infrastruktur penyeberangan yang memiliki nilai sejarah tersebut kini hadir dengan fasilitas yang lebih modern serta ramah bagi penyandang disabilitas.

JPO Sarinah sendiri tercatat sebagai jembatan penyeberangan pertama di Jakarta yang dibangun pada 1968.

Bangunan lama sebelumnya sempat dibongkar pada 2022 saat kepemimpinan Gubernur Jakarta kala itu, Anies Baswedan.

Revitalisasi yang dilakukan pemerintah provinsi bertujuan menghadirkan fasilitas penyeberangan yang lebih aman sekaligus inklusif.

Lokasinya yang terhubung langsung dengan Halte Transjakarta MH Thamrin diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk pengguna transportasi umum dan penyandang kebutuhan khusus.

Baca juga: Try Sutrisno Dimakamkan di Sisi Makam BJ Habibie dan Ani Yudhoyono

Jembatan yang telah diperbarui ini dilengkapi dua unit lift di sisi barat dan timur untuk mempermudah akses naik-turun pengguna, khususnya disabilitas dan lansia.

"JPO ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta, tepatnya diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin tanggal 21 April tahun 1968. Tentunya ini bersejarah dan hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas," kata Pramono di lokasi.

Meski fasilitas JPO telah tersedia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pelican crossing di perempatan Sarinah tetap dipertahankan. Jalur penyeberangan sebidang itu dinilai masih dibutuhkan masyarakat yang memilih berjalan kaki.

"Masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus atau disabilitas bisa memanfaatkan ini dan sebagainya," ujarnya.

Selain revitalisasi jembatan, Pemprov DKI juga menyiapkan penataan area pedestrian di sekitarnya.

Trotoar di Jalan MH Thamrin, tepatnya di samping Anjungan Sarinah, akan diperlebar karena sebagian ruang pejalan kaki saat ini terhalang bangunan lift JPO.

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyampaikan pekerjaan pelebaran trotoar dijadwalkan dimulai pada Mei 2026. Nantinya lebar trotoar akan mencapai sekitar 2,6 meter agar ruang gerak pejalan kaki menjadi lebih nyaman.

"Jadi di bulan Mei nanti akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 (meter) sehingga nanti akses pedestriannya akan menjadi punya space yang lebih lega," terangnya.

Dalam peresmian tersebut, Pramono terlihat mengenakan baju koko dan peci. Ia kemudian meninjau langsung fasilitas yang telah diperbarui bersama rombongan.

JPO tampak dicat ulang dengan tambahan besi pembatas sebagai pengaman. Akses lift yang mengarah ke kawasan Sarinah juga terhubung langsung dengan trotoar yang telah dilengkapi paving block serta guiding block untuk membantu mobilitas penyandang disabilitas.

Dibongkar Anies Baswedan

Di tengah hiruk-pikuk Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sebuah jembatan legendaris perlahan kembali hadir. 

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, yang dikenal sebagai JPO pertama di Indonesia, kini tengah dibangun ulang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan diproyeksikan segera kembali beroperasi.

Jembatan yang dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin itu bukan sekadar fasilitas penyeberangan. 

Ia menjadi bagian dari perjalanan panjang Jakarta dalam menata ruang kota yang ramah bagi pejalan kaki. 

Setelah lama tak difungsikan, JPO Sarinah kini dihidupkan kembali dengan konsep baru yang lebih modern, terintegrasi dengan angkutan umum, serta inklusif bagi penyandang disabilitas.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi pada Kamis (15/1/2026), area JPO masih ditutup untuk umum. 

Sejumlah bagian jembatan tampak tertutup banner biru TransJakarta bertuliskan imbauan “Mohon Maaf Sedang Ada Pekerjaan Konstruksi”. 

Aktivitas pengerjaan terlihat di beberapa titik, sementara akses menuju jembatan masih dipasangi pembatas, membuat pejalan kaki belum dapat melintas.

Nantinya, JPO Sarinah akan terhubung langsung dengan Halte TransJakarta MH Thamrin. 

Baca juga: Dinas Tamhut DKI Terjunkan Timsus, Periksa Showroom Xpeng Soal Penebangan Pohon Ilegal

Integrasi ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, terutama pengguna transportasi umum, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.

Letaknya yang persis di depan pintu barat Mal Sarinah juga menjadi nilai tambah. Ke depan, warga dapat langsung mengakses pusat perbelanjaan legendaris tersebut melalui JPO. 

Tak hanya itu, jembatan ini juga akan menghubungkan kawasan Sarinah ke seberang jalan menuju Gedung Bawaslu.

Rencana pengoperasian kembali JPO Sarinah disambut hangat warga sekitar. Yono (58) dan Mist (57), pasangan suami istri ini menilai keberadaan jembatan penyeberangan akan membuat aktivitas mereka lebih aman dan nyaman.

“Lebih aman harusnya. Kadang kalau lewat bawah masih ada mobil dari arah Tanah Abang, nunggu lampu merahnya juga lama,” ujar Yono.

Mist menambahkan, sebagai warga lanjut usia, mereka kerap kesulitan menyeberang melalui pelican crossing karena harus berjalan cepat saat lampu hijau menyala.

“Iya setuju ada JPO. Sekarang diadakan kembali, semoga bisa cepat beroperasi,” katanya.

Ke depan, mereka berharap JPO Sarinah benar-benar ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Dengan wajah barunya, JPO Sarinah diharapkan tak hanya menjadi penghubung antar-trotoar, tetapi juga simbol kota yang semakin peduli pada keselamatan dan kenyamanan warganya.

JPO Pertama di Indonesia

Pembangunan JPO Sarinah kembali dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menegaskan, JPO Sarinah memiliki nilai historis karena merupakan JPO pertama yang dibangun di Indonesia.

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan revitalisasi JPO Sarinah bukan sekadar pembangunan infrastruktur penyeberangan, melainkan upaya menghidupkan kembali ikon lama Jakarta yang sarat sejarah. 

JPO tersebut juga akan dilengkapi fasilitas ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Seperti yang sebelumnya disampaikan Bapak Gubernur Pramono Anung, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif. JPO Sarinah ini adalah JPO pertama di Indonesia," ungkap Welfizon dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).

Dia menjelaskan, fokus utama revitalisasi adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki akses penyeberangan yang aman dan nyaman di kawasan Sarinah yang dikenal padat aktivitas. 

Untuk itu, JPO Sarinah akan dilengkapi dengan lift.

Welfizon menegaskan pembangunan JPO Sarinah tidak akan menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada. 

Pelican crossing di kawasan tersebut tetap beroperasi normal dan dapat digunakan pejalan kaki di permukaan jalan.

"Pembangunan ini tidak menghilangkan fasilitas yang ada. Pelican crossing tetap berfungsi seperti biasa. JPO Sarinah akan menjadi opsi tambahan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik," jelas dia.

Dengan revitalisasi ini, Transjakarta berharap JPO Sarinah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga kembali menjadi bagian dari identitas kota Jakarta, sekaligus mendukung mobilitas pejalan kaki yang lebih aman dan inklusif di pusat ibu kota.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap pihaknya tengah mengkaji jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat, dibangun kembali. Pramono mengatakan salah satu alasan JPO Sarinah dibangun lagi lantaran diperlukan untuk difabel.

"Jadi JPO Sarinah dalam kajian ini memang diperlukan, terutama untuk difabel. Jadi itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan," kata Pramono setelah meninjau Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).

Seperti diketahui, JPO Sarinah dibongkar pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

JPO Sarinah diketahui sebagai JPO pertama di Indonesia yang dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.