TRIBUNTRENDS.COM - Indonesia kembali berduka. Kepergian Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, meninggalkan kesan mendalam bagi tokoh-tokoh besar negeri ini, termasuk Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di tengah suasana khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, SBY memberikan penghormatan terakhirnya bagi sang mentor bangsa.
Usai prosesi pemakaman yang berlangsung militeristik namun penuh haru pada Senin (2/3/2026), SBY tak ragu melontarkan pujian setinggi langit bagi almarhum. Bagi SBY, sosok Try Sutrisno bukan sekadar pejabat tinggi, melainkan kompas moral bagi generasi penerus.
Baca juga: Ketegaran Istri Try Sutrisno di Peristirahatan Terakhir Sang Jendral, Tampak Beri Salam Perpisahan
"Beliau prajurit yang patriot, beliau pemimpin, beliau contoh teladan dengan keluarga beliau. Di atas segalanya beliau negarawan," kata SBY dengan nada penuh takzim.
Kepergian Try Sutrisno di usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto menjadi momen refleksi nasional. Prosesi pemakaman dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, yang juga mengenang almarhum sebagai figur pemimpin yang hidup dalam kesederhanaan.
Liang lahat almarhum Try Sutrisno terletak di lokasi yang sangat simbolis. Beliau dimakamkan berdampingan dengan tokoh-tokoh yang juga memiliki jasa besar bagi negeri, seperti Pramono Edhie Wibowo dan Ani Yudhoyono. Tak jauh dari sana, berdiri pusara Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, dan istrinya, Hasri Ainun Besari.
Sebagai bentuk duka cita nasional, istana telah menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang selama tiga hari ke depan sebagai tanda hormat atas pengabdian tanpa batas sang Jenderal.
Baca juga: Jejak Abadi Sang Prajurit Sejati! Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Try Sutrisno
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, perjalanan karier Try Sutrisno adalah potret dedikasi militer yang murni. Memulai langkah sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956, garis takdir mempertemukannya dengan Soeharto saat Operasi Pembebasan Irian Barat tahun 1962.
Kedekatan tersebut berlanjut hingga ia terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1974. Karier militernya melesat tajam:
Masa jabatan beliau berakhir pada tahun 1998, yang kemudian diteruskan oleh BJ Habibie. Meski telah lama purna tugas, kharisma dan integritas Try Sutrisno tetap menjadi standar emas bagi definisi seorang prajurit dan negarawan di Indonesia.