Bulan Ramadan tahun ini seperti diberikan keberkahan. Cuaca yang sejuk dan tidak panas sungguh meringankan dan membuat liburan jadi tidak melelahkan.
Awan mendung dan hujan yang membasahi langit hampir di setiap hari membuat bulan Ramadan tahun ini jadi lebih berkesan. Cuaca yang cenderung sejuk membuat ibadah puasa jadi sedikit lebih ringan.
Menjalankan ibadah puasa sambil liburan pun tidak jadi soal. Lagi-lagi kami memilih Bali sebagai lokasi liburan singkat. Perjalanan dari Jakarta kami tempuh selepas berbuka puasa.
Sebelum terbang, kami menyempatkan berbuka puasa terlebih dahulu dengan menyantap kuliner Jepang. Pilihan jatuh kepada nasi dengan Tendon Tempura yang renyah dan saus yang menggoyang lidah, serta sup miso hangat. Rasanya berpadu dan kawin secara sempurna di dalam mulut.
Kami pun bergegas ke bandara Soekarno Hatta. Kami pilih penerbangan malam. Setibanya di Bali kami bisa langsung beristirahat di hotel untuk kemudian beraktivitas liburan keesokan paginya.
Di pulau Dewata, kami menginap di daerah Jimbaran. Daerah ini memang terhitung tidak terlalu ramai jika dibandingkan dengan daerah di Bali lainnya.
Lebih asyiknya lagi, di sini ada banyak pantai yang bisa dieksplorasi seperti pantai Jimbaran, pantai Kelan hingga pantai Kedonganan yang jadi incaran wisatawan.
Nah, Jimbaran juga terkenal akan olahan seafoodnya. Jika memang mau kulineran, kalian bisa melipir ke pasar ikan Kedonganan buat belanja aneka seafood dari ikan, cumi, kerang, dan udang.
Setelah puas belanja, kalian bisa minta untuk memasak seafood itu di warung yang berada di sekitar pasar ikan. Dengan total Rp 500 ribu yang kami habiskan sore itu sudah bisa untuk membuat perut 3 orang kenyang sampai hari berikutnya.







