Iran Target Serang Kantor Netanyahu dan Markas Angkatan Udara Israel Pakai Rudal Kheybar
Nurhadi Hasbi March 02, 2026 09:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Iran terus melakukan serangan balasan besar-besar pasca pemimpin tertinggi Ayatullah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu 28 Maret 2026.

Setelah menghujati Kota Tel Aviv dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) dengan rudal di negara teluk, Iran kini menarget kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu.

Departemen Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan, telah menargetkan kantor Netanyahu dengan rudal Kheybar.

Baca juga: Harga Emas Batangan Antam Melonjak di Tengah Konflik Iran vs AS-Israel

Baca juga: Iran Balas Kematian Ayatollah Khamenei, Ledakan Terdengar di Dubai dan Qatar Dua Hari Beruntun

Selain kantor Netanyahu, IRGC juga menargetkan pangkalan angkatan udara milik Israel.

Meski begitu, otoritas Israel belum menanggapi perkembangan tersebut.

Serangan Iran ini merupakan bagian dari pembalasan mereka setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Israel dan AS.

Pada Senin, Iran juga menyerang beberapa negara Teluk dan mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-15 Amerika di Kuwait.

Times of Israel melaporkan bahwa tidak ada korban luka dalam serangan tersebut.

Apa Kata IRGC?

IRGC dalam sebuah pernyataan di Telegram menyatakan:

"Kantor Perdana Menteri Israel yang kriminal, Netanyahu, dan lokasi komandan Angkatan Udara rezim tersebut dihantam dalam serangan mendadak dan terarah oleh rudal balistik Kheybar Shekan selama gelombang ke-10,"

Sebelumnya pada hari Senin, beberapa akun media sosial mengklaim bahwa Netanyahu mungkin telah melarikan diri ke Jerman.

Namun, kabar itu terbukti palsu di mana Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan kalau Netanyahu bertemu dengan Menteri Pertahanan, Kepala Staf, dan Direktur Mossad di Tel Aviv pada Minggu (1 Maret).

Mengapa Iran Membidik Netanyahu?

Serangan terhadap kantor Netanyahu terjadi sebagai respons atas pembunuhan Khamenei.

Amerika Serikat dan Israel membombardir Iran pada 28 Februari, dalam operasi yang diberi nama Operasi Raungan Singa oleh Israel dan Operasi Amukan Epik oleh AS.

Saat serangan 'preemptif' berlanjut, Pemimpin Tertinggi Iran terbunuh.

Iran mengecam AS atas serangan tersebut di tengah negosiasi nuklir yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, Iran telah mengatakan kepada Amerika bahwa setiap serangan yang mereka hadapi akan mengakibatkan serangan terhadap Israel dan selanjutnya membahayakan "stabilitas regional."

Iran juga memperingatkan Amerika tentang niat Israel dan mendesak agar hubungan dan pembicaraan antara Republik Islam dan AS harus tanpa keterlibatan pihak eksternal.

Setelah kematian Khamenei, para pejabat Iran menyatakan bahwa itu adalah hak dan kewajiban mereka untuk membalaskan dendam atas pembunuhannya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.