Kondisi Ekonomi dan Cuaca Pengaruhi Penurunan Kunjungan Wisata ke Sleman
Muhammad Fatoni March 02, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sektor Pariwisata di Kabupaten Sleman dengan ragam keindahannya sedang menghadapi tantangan.

Berdasarkan data sementara, jumlah kunjungan wisata di awal tahun 2026 ini tidak seramai bulan lalu maupun periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi perekonomian masyarakat yang lesu dan curah hujan tinggi disebut menjadi penyebabnya. 

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, mengatakan jumlah pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman berdasarkan data sementara pada Januari 2026 sebanyak 664.053.

Pergerakan wisata ini didominasi wisatawan nusantara sebesar 98,53 persen atau setara dengan 654.279. 

Penurunan Kunjungan 

Jumlah kunjungan tersebut bila dibandingkan dengan jumlah pergerakan wisatawan pada Desember 2025 terdapat penurunan 33,79 persen dari total pergerakan wisata di bulan Desember yang menembus 1.002.946.

Sedangkan bila dibandingkan dengan  jumlah pergerakan wisatawan pada periode yang sama, di awal tahun 2025 yang lalu, terdapat penurunan sebesar 30,40 persen dari total pergerakan sebesar 954.145. 

"Penurunan ini terkait dengan kondisi perekonomian masyarakat dan kondisi cuaca yang terjadi selama bulan Januari 2026," katanya, Senin (2/3/2026). 

Jumlah pergerakan wisatawan ke Bumi Sembada sepanjang Januari 2026 ini hanya sanggup membukukan kunjungan 664.053 orang.

Menurut Kus Endarto, wisata alam masih menjadi destinasi yang paling banyak diburu oleh wisatawan.

Baca juga: TPID DIY Pastikan Stok Pangan di Sleman Aman, Fluktuasi Harga Masih dalam Taraf Wajar

Bahkan dari total pergerakan tersebut, wisatawan yang berkunjung ke destinasi alam tercatat sebesar 43,96 persen atau setara dengan 291.954 orang  

Selain wisata alam, pelancong datang ke Sleman juga umumnya tertarik mengunjungi destinasi wisata candi.

Seperti Candi Prambanan, Kraton Ratu Boko, dan candi-candi kecil lainnya.

Jika diprosentase, kunjungan wisatawan ke Candi sebanyak 34,21 persen atau setara 227.167 orang.

Hal ini selaras dengan proporsi pergerakan wisatawan di kawasan utara Sleman sebesar 49,58 persen dan 38,88 persen di kawasan timur Sleman.

Bila dibedah lebih detail mengenai asal wisatawan, sejauh ini masih didominasi dari wisatawan nusantara. Jumlahnya hampir 95 persen berasal dari Pulau Jawa.

"Utamanya dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat," ujar dia. 

Target Kunjungan

Sebagaimana diketahui, kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman tahun 2026 ini ditargetkan 8.553.876 kunjungan.

Target ini akan menjadi tantangan berat. Sebab, sejumlah anggaran event wisata terdampak kebijakan efisiensi.

Kebijakan ini menjadi ujian berat sektor pariwisata yang selama ini menjadi penyumbang besar Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, sebelumnya telah mengamini jika sejumlah even wisata dicoret karena keterbatasan anggaran maka akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman.

Namun demikian, ia mengaku belum bisa menghitung secara detail dampak angka penurunannya.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.