Cegah Keracunan, Penjamah Makanan SMKN di Kota Pekalongan Dapat Pembekalan
raka f pujangga March 02, 2026 10:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Upaya pencegahan kasus keracunan makanan di lingkungan sekolah terus diperkuat.

Empat sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kota Pekalongan mengikuti sosialisasi dan pembekalan bagi penjamah makanan guna memastikan standar keamanan dan higiene pangan di kantin sekolah terpenuhi.

Kegiatan tersebut melibatkan guru pembina kantin dan pengelola kantin dari SMKN 1 Pekalongan, SMKN 2 Pekalongan, SMKN 3 Pekalongan, dan SMKN 4 Pekalongan.

Baca juga: Wali Kota Aaf: Imlek di Bulan Ramadan Bukti Pekalongan Kota Toleransi Sejati

Sosialisasi ini menjadi bagian dari pembinaan sekolah sehat, khususnya pada aspek kantin sehat.

Sanitarian Muda Dinkes Kota Pekalongan Maysaroh, menjelaskan bahwa edukasi kepada penjamah makanan penting dilakukan secara berkelanjutan. 

Pasalnya, pengelolaan makanan yang tidak memenuhi standar dapat berisiko terhadap kesehatan siswa.

"Dalam rangka meningkatkan pembinaan sekolah sehat, salah satu unsurnya adalah kantin sehat. Karena itu diperlukan edukasi dan pembinaan berkelanjutan kepada guru pembina dan pengelola kantin," ujarnya, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, penjamah makanan memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan pangan di sekolah.

Kesalahan dalam proses pengolahan, penyimpanan, maupun penyajian makanan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, termasuk keracunan pangan.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan dan regulasi pengelolaan pangan, jenis-jenis cemaran pada makanan dan cara pencegahannya, standar kebersihan tempat dan peralatan, penerapan personal higiene, serta tahapan pengolahan pangan yang higienis dan aman.

"Kegiatan ini juga tidak terlepas dari inisiatif program Sakpore Berhias yang digagas SMKN 2, yang mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, hijau, asri, dan sehat."

"Sejak diinisiasi, pembinaan pengelola kantin dilakukan secara berkala, baik secara mandiri oleh sekolah maupun melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat," ujarnya.

Maysaroh menegaskan, target utama dari pembekalan ini adalah agar seluruh kantin sekolah mampu memenuhi standar kelayakan tempat pengolahan, kebersihan alat, kompetensi penjamah makanan, serta mutu dan keamanan bahan pangan.

Baca juga: Geger Pelajar SMP Pekalongan Tewas Terlilit Kain Sarung di Rumah Nenek

"Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan standar penjamah pangan terpenuhi. 

Harapannya, prinsip keamanan pangan dapat diterapkan secara konsisten di setiap kantin sekolah," tegasnya.

Dengan pembekalan tersebut, diharapkan kantin sekolah tidak hanya menyediakan makanan yang lezat dan terjangkau, tetapi juga aman dan higienis, sehingga mendukung terwujudnya generasi pelajar yang sehat dan berprestasi di Kota Pekalongan. (Dro)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.