BANGKAPOS.COM - Selasa, 3 Maret 2026, wilayah Indonesia akan mengalami peristiwa gerhana bulan total.
Saat itu, bulan purnama bakal meredup dan kemudian berubah menjadi kemerahan saat seluruh wajah bulan masuk ke bayangan inti bumi,
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana Bulan terjadi ketika cahaya Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi.
Peristiwa ini hanya mungkin berlangsung saat fase purnama, ketika Matahari–Bumi–Bulan berada pada satu garis lurus.
Dalam konfigurasi itulah Bulan masuk ke dalam umbra, bayangan inti Bumi, dan terjadilah gerhana total.
Gerhana ini tidak berlangsung seketika.
Ia bergerak melalui beberapa tahap yang dapat dihitung dengan presisi.
Untuk 3 Maret 2026, BMKG mencatat keseluruhan proses berlangsung sekitar 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas hampir 60 menit.
Baca juga: Doa Gerhana Bulan, Bacaan Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Sunnah Rasulullah Lengkap Sholat khusuf
Rincian waktu di Indonesia:
Berbeda dari gerhana Matahari yang memerlukan pelindung mata khusus, gerhana Bulan aman disaksikan dengan mata telanjang.
Teleskop atau teropong hanya akan menambah detail, misalnya tekstur kawah yang tampak samar dalam cahaya redup.
Bagi yang terhalang cuaca atau tidak memiliki akses pandang ke langit terbuka, BMKG menyediakan siaran langsung melalui laman resmi gerhana mereka. Dengan demikian, fenomena ini tetap bisa diikuti sesuai zona waktu masing-masing.
Gerhana Bulan dalam Pandangan Islam
Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari yang seharusnya sampai ke bulan terhalang oleh bumi.
Secara ilmiah, fenomena ini dapat diprediksi dengan tepat.
Namun, dalam Islam, peristiwa ini bukan pertanda sial, melainkan sarana introspeksi dan pengingat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah mengalami peristiwa gerhana matahari dan bulan.
Beliau lalu menjelaskan kepada para sahabat bahwa gerhana bukanlah pertanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kebesaran Allah.
Karena itu, ketika terjadi gerhana, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat gerhana, dzikir, doa, dan sedekah.
Doa Ketika Melihat Gerhana Bulan
Ketika melihat gerhana bulan, umat Islam disunnahkan untuk membaca doa dan memperbanyak istighfar.
Berikut beberapa doa yang bisa diamalkan:
1. Doa Memuji Kebesaran Allah
اللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ اللهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Allahu Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah.
Artinya: Allah Maha Besar, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah.
Dzikir ini dibaca untuk memuji kebesaran Allah ketika melihat tanda kekuasaan-Nya di langit.
2. Doa Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullāhal-‘azhīma alladzī lā ilāha illā huwa al-hayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih.
Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.
Istighfar ini dianjurkan agar kita senantiasa diampuni dari dosa, karena gerhana adalah momen untuk merenungi kelemahan manusia di hadapan Allah.
3. Doa Perlindungan
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ آيَةَ خَيْرٍ وَرِزْقٍ وَلَا تَجْعَلْهُ آيَةَ شَرٍّ وَعَذَابٍ
Latin: Allāhummaj‘alhu āyatakhaīrin warizqin walā taj‘alhu āyata syarrin wa ‘adzābin.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah fenomena ini sebagai tanda kebaikan dan rezeki, jangan Engkau jadikan ia sebagai tanda keburukan dan azab.
Doa ini diajarkan ulama untuk memohon agar gerhana membawa kebaikan, bukan musibah.
4. Shalawat Nabi
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā āli sayyidinā Muhammad.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.
Membaca shalawat saat gerhana adalah bentuk cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus memohon syafaat beliau di akhirat kelak.
Shalat Gerhana Bulan (shalat khusuf).
Selain doa, umat Islam juga dianjurkan melaksanakan shalat gerhana bulan (shalat khusuf).
Shalat ini dilakukan dua rakaat dengan membaca surat yang panjang, diselingi rukuk yang panjang pula.
Rasulullah SAW mencontohkan shalat gerhana ini bersama para sahabat ketika terjadi gerhana di masa beliau.
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan:
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah, dan bersedekahlah."
Makna Spiritual dari Doa Gerhana
Doa saat gerhana bulan memiliki beberapa hikmah:
Rasulullah SAW menganjurkan sedekah saat gerhana, yang bermakna berbagi dengan sesama di saat mengingat kebesaran Allah.Di berbagai daerah di Indonesia, ketika gerhana bulan terjadi, masyarakat biasanya berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan shalat gerhana berjamaah.
Setelah itu, dilanjutkan dengan doa bersama, dzikir, dan kajian singkat tentang kebesaran Allah SWT.
Di kota-kota besar, kegiatan ini seringkali digabung dengan pengamatan astronomi yang diadakan oleh lembaga resmi, seperti BMKG dan observatorium kampus.
Hal ini menjadi kombinasi antara ilmu pengetahuan dan ibadah.
Sementara di desa-desa, masyarakat lebih menekankan sisi spiritual. Mereka membaca doa bersama, beristighfar, dan memperbanyak shalawat.
Gerhana bulan adalah tanda kekuasaan Allah yang patut direnungi.
Bukan hanya sekadar fenomena langit yang indah, melainkan pengingat agar manusia tidak lalai.
Dengan doa, istighfar, dan shalat gerhana, umat Islam dapat menjadikan momen ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, mempertebal iman, dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kehidupan.
Sebagaimana doa yang sering dipanjatkan saat gerhana:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ آيَةَ خَيْرٍ وَلَا تَجْعَلْهُ آيَةَ شَرٍّ
Allāhummaj‘alhu āyatakhaīrin walā taj‘alhu āyata syarrin.
Ya Allah, jadikanlah ia sebagai tanda kebaikan, dan jangan Engkau jadikan sebagai tanda keburukan.
Dengan doa ini, umat Islam berharap setiap gerhana membawa kebaikan dan semakin meneguhkan hati untuk terus beribadah kepada Allah SWT.
(Bangkapos.com/Zulkodri)