Dari Bisnis Sewa ke Investasi Crypto, Pengusaha Kost Dikenalkan Tokenisasi Properti
Mohamad Yusuf March 03, 2026 12:31 AM

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Puluhan pengusaha rumah kost tampak serius menyimak pemaparan soal aset digital dalam Gathering Akbar ARKI Yogyakarta. Tema yang diangkat bukan sekadar soal kamar sewa, tetapi juga tentang merancang warisan dan mengamankan masa depan bisnis.

Acara yang digelar pada 7 Februari 2026 itu menghadirkan kolaborasi antara Asosiasi Rumah Kost Indonesia dan PINTU. Platform investasi aset crypto yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan ini hadir sebagai sponsor sekaligus pemberi materi edukasi.

SVP Strategy and Business PINTU Andy Putra mengatakan pihaknya melihat antusiasme besar dari para pengusaha kost. Terutama mereka yang ingin memahami cara kerja investasi crypto secara lebih mendalam.

Baca juga: Pre-Order Galaxy S26 Series Dibuka Sampai 17 Maret 2026, Harga Mulai Rp 16 Jutaan

“Kami mengapresiasi rekan rekan ARKI yang telah membuka ruang kolaborasi dan diskusi mengenai perkembangan industri rumah kost dan aset crypto. Kami melihat anggota ARKI sangat terbuka dan antusias mempelajari cara kerja investasi aset crypto, termasuk memahami manfaat dan risikonya,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2026).

Edukasi Crypto untuk Diversifikasi Hasil Usaha Kost

Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan pemahaman dasar soal investasi crypto, manajemen risiko, hingga pentingnya riset sebelum menanamkan dana. Materi ini ditujukan agar pengusaha kost dapat mengelola keuntungan usaha secara lebih terdiversifikasi.

Andy menegaskan literasi menjadi kunci. Tanpa pemahaman yang cukup, investasi aset digital berisiko menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah dan pemahaman yang komprehensif mengenai industri aset digital,” katanya.

Baca juga: Maknai Bulan Puasa sebagai Momentum Refleksi Diri, Masyarakat Diharapkan Hindari Perilaku Berlebihan

Ketua Umum ARKI Florencia Irena Lipin menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyebut para pemilik kost, yang mayoritas berasal dari Generasi X, mulai terbuka terhadap teknologi finansial.

“Kehadiran PINTU dalam acara ARKI merupakan langkah yang sangat positif dan inovatif. Kami menilai PINTU membantu memberikan wawasan baru bagi para pemilik kost bahwa keuntungan dari hasil sewa dapat dikelola lebih produktif melalui aset digital,” ujar Florencia.

Tokenisasi Properti dan Masa Depan Bisnis

Selain membahas crypto, peserta juga dikenalkan pada konsep tokenisasi properti. Konsep ini memungkinkan nilai properti fisik direpresentasikan menjadi token digital di platform blockchain.

Setiap token mewakili sebagian kepemilikan atas properti tersebut. Dengan cara ini, investasi properti dinilai bisa menjadi lebih fleksibel dan terbuka bagi lebih banyak pihak.

Baca juga: Harmonisasi Raperda Pembangunan Keluarga, Jamin Kepastian Hukum Warga Jakarta

Mengutip data Deloitte Center for Financial Services, pasar tokenisasi properti diproyeksikan tumbuh dari sekitar 300 miliar dolar AS pada 2024 menjadi 4 triliun dolar AS pada 2035. Angka itu menunjukkan potensi integrasi antara sektor properti dan teknologi blockchain semakin besar.

Andy berharap kolaborasi lintas industri ini terus berlanjut. Ia menilai sinergi antara pelaku properti dan platform aset digital dapat memperluas literasi keuangan serta membuka peluang diversifikasi aset.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.