Jakarta (ANTARA) - Terminal Kalideres, Jakarta Barat memperbaharui informasi harga tiket secara dalam jaringan (daring) untuk mengantisipasi permainan harga tiket di loket (on site).
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo saat dihubungi di Jakarta, Senin, mengatakan, informasi daftar harga tiket diperbaharui berkala dan dapat diakses oleh publik lewat kode batang (barcode) dalam unggahan media sosial Instagram terminal.
"Pakai 'barcode', ada di medsos kita. Kalau ada perubahan harga, sebisa mungkin kita 'update' (perbaharui) informasinya. Itu tujuannya untuk mencegah permainan harga tiket luring, sekaligus keterbukaan akses," ujar Nur.
Selain menyediakan daftar harga tiket secara daring, pihaknya juga akan mencetak daftar harga dan menempelnya di sejumlah titik terminal.
"Nanti rencananya bakal saya 'print' (cetak) dan tempatkan di titik-titik tertentu dalam terminal," kata Nur.
Dengan sistem tersebut, kata Nur, calon penumpang dapat melapor ke terminal apabila menemukan harga tiket yang tidak sesuai antara informasi yang disediakan dengan harga tiket yang disodorkan di loket oleh perusahaan otobus (PO).
"Jadi, kalau ada calon penumpang yang dapat harga sesuai sama informasi daring dan pas di loket, lapor aja ke terminal. Nanti saya panggil orang PO-nya," katanya.
Lebih lanjut, Nur menyampaikan bahwa harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk mudik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat masih normal saat memasuki pekan ketiga Ramadhan.
"Kalau sekarang masih stabil, belum ada kenaikan harga," katanya.
Kendati belum menunjukkan kenaikan yang berarti, Tyo mengatakan bahwa kenaikan harga tiket lumrah jelang Hari Raya Idul Fitri.
"Sementara belum ada kenaikan, tapi nanti pasti ada kenaikan bertahap. Makin mendekati Lebaran makin naik dan bervariasi, terutama memasuki H-7," katanya.







