Asep Surya Atmaja Geram Sampah Liar di Kabupaten Bekasi, Siapkan Sayembara Tangkap Pembuang Sampah
Dian Anditya Mutiara March 03, 2026 10:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja geram dengan maraknya pembuangan sampah liar di wilayah Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah menegaskan akan menindak tegas pelaku dan menyiapkan sayembara bagi warga yang melaporkan pembuang sampah ilegal.

Sampah liar marak di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sampah-sampah itu menumpuk dipinggir jalan maupun bantaran sungai.

Kesadaran masyarakat yang sangat minim membuat Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja kesal dan menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembuangan sampah sembarangan di Kabupaten Bekasi.

“Biasanya mereka buang sampah malam atau subuh. Kalau ada masyarakat yang melihat dan melaporkan kepada kita, kita beri apresiasi dan pembuang sampahnya kita tindak tegas," ujar Asep Surya Atmaja di Cikarang pada Selasa (3/3/2026).

Menurut Asep, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan pembuangan sampah liar terjadi di lebih dari satu titik.

Baca juga: Menteri LH Panggil Bupati Bekasi Soroti Soal 2.250 Ton Sampah Per Hari

Karena itu, selain telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah Tahun 2025, Pemkab Bekasi akan memperkuat langkah penindakan.

“Kita akan berikan tindakan apabila ada yang membuang sampah sembarangan. Kita sudah punya perda, jadi akan kita tindak,” tegasnya.

Pemkab Bekasi bersama unsur Forkopimda berencana membuat sayembara bagi masyarakat yang melaporkan pelaku pembuangan sampah ilegal. Pelapor yang informasinya terbukti benar akan diberikan hadiah.

Selain itu, Asep juga mengakui, tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi tidak ringan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 3,3 juta jiwa, produksi sampah mencapai kurang lebih 2.250 ton per hari.

Baca juga: Reduksi Sampah Jakarta, Pramono Yakinkan Pembangunan PLTSa Dimulai Tahun 2026

Jika dihitung rata-rata, setiap warga menghasilkan sekitar 0,7 kilogram sampah per hari.

Meski pengangkutan dilakukan setiap hari, tingginya volume sampah menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

“Setiap hari sudah diambil, tapi dengan jumlah penduduk yang padat, tentu ini tidak mudah,” katanya.

Ia pun mengapresiasi dukungan TNI dan Polri dalam upaya penanganan sampah. Ke depan, operasi penertiban akan dilakukan secara gabungan bersama unsur Forkopimda, tidak hanya melibatkan perangkat daerah.

“Tidak hanya Bupati dan dinas saja, nanti kita gabung dengan Forkopimda. Ini perlu kerja bersama,” tandasnya. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.