TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap konflik antara Amerika Serikat dan Iran tidak berlangsung lama karena berpotensi berdampak pada harga barang dan jasa di Jakarta.
“Jadi memang mudah-mudahan secara sungguh-sungguh saya sebagai Gubernur Jakarta berharap agar perang ini tidak berlangsung lama. Karena kalau berlangsung lama pasti akan berdampak pada barang dan jasa,” ucapnya saat ditemui di Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2026)
Pramono menjelaskan, dampak konflik bisa terasa karena terganggunya rantai pasok global, terutama melalui jalur strategis energi dunia.
Ia pun menyinggung soal penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Pemerintah Iran hingga menyulitkan distribusi minyak dunia.
“Hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain. Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya supply chain-nya menjadi semakin panjang,” ujarnya.
“Ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak. Sehingga dengan demikian saya berharap bahwa perang ini tidak berlangsung lama,” sambungnya.
Menurutnya, jika jalur tersebut terganggu, ongkos logistik akan meningkat dan pada akhirnya memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
Meski berharap konflik tidak berlarut, Pramono menegaskan Pemprov DKI tetap bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Ia menginstruksikan jajaran BUMD untuk memiliki perspektif mitigasi krisis.
“Kemudian untuk yang kedua, untuk Jakarta sendiri karena kita mempunyai infrastruktur dan kemudian BUMD yang ada, saya menyampaikan kepada jajaran BUMD untuk kita selalu berpikir tentang krisis,” kata dia.
“Sehingga dengan demikian kalau ada kekurangan misalnya produk-produk tertentu, maka kita harus mempersiapkan untuk itu,” tambahnya menjelaskan.
Sebagai contoh, Pemprov DKI telah mendatangkan sapi guna menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kemarin kami mendatangkan sapi dalam kuota untuk tahun ini 7.500, 2.000 kita datangkan di saat menghadapi Ramadhan dan juga Idul Fitri. Ini cara kita untuk supaya harga daging tidak mengalami kenaikan, dan alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan,” tuturnya.
Pramono menegaskan bahwa stabilitas harga menjadi prioritas Pemprov DKI di tengah dinamika global.
Ia kembali menekankan harapannya agar konflik internasional tidak berkepanjangan.
“Saya berharap bahwa perang ini tidak berlangsung lama,” kata Pramono penuh harap.
Dengan kondisi geopolitik yang belum menentu, Pemprov DKI memilih bersikap waspada sekaligus melakukan langkah antisipasi agar dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat ibu kota.