Nasib Karir Fadia Arafiq Usai Terjaring OTT KPK di Pekalongan, Golkar Siap Beri Pendampingan Hukum
Musahadah March 03, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Karir politik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terancam setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). 

Seperti diketahui, selain menjadi Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq juga kader Partai Golkar. 

Bahkan, dia pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan selama satu periode mulai 2016-2021. 

Bagaimana Partai Golkar menyikapi OTT KPK ini?

Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh bakal memberikan pendampingan hukum bagi Fadia Arafiq. 

Baca juga: Sosok Fadia Arafiq Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK, Eks Pedangdut, Segini Harta Kekayaannya

Golkar kini masih menunggu hasil komunikasi dengan Fadia yang sudah diangkut penyidik KPK ke Jakarta.

"Iya pendampingan hukum tentu kami akan menunggu permintaan dari Bu Fadia, Jika memang membutuhkan  pendampingan hukum," ujar Saleh kepada Tribun, Selasa (3/3/2026).

Saleh mengetahui kadernya ditangkap KPK dari media. Namun, belum mengetahui detail persoalan yang menyandung kadernya.

"Ya tahu dari media. Detail persoalan, belum tahu," paparnya.

Meskipun demikian, pihaknya kini aktif melaporkan kondisi ini ke DPP Golkar.

Terutama hal-hal atau informasi terkini dari gedung KPK.

Pihaknya juga menghargai kinerja KPK dalam proses penangkapan ini.

"Kami tunggu hasil penyelidikan 1x24 jam dari KPK," tambahnya.

Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyatakan, tertangkapnya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjadi pengingat bagi seluruh kader partai yang mendapat amanat di pemerintahan.

“Kami meminta dengan sangat kepada seluruh kader yang memegang amanat pemerintahan untuk menjalankan pemerintahan sesuai koridor tata pemerintahan yang baik,” kata Sarmuji saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).

Sarmuji menekankan bahwa Golkar prihatin dan menyesalkan dugaan korupsi oleh Fadia Arafiq hingga membuatnya tertangkap KPK.

“Kami tentu saja prihatin dan menyesal atas kejadian ini,” ucap Sarmuji.

Sarmuji tidak menjelaskan lebih jauh terkait informasi internal partai mengenai kasus tersebut. Namun, dia menekankan bahwa Golkar memiliki lembaga bantuan hukum yang dapat diakses siapa pun.

“Kami memiliki lembaga bantuan hukum, siapapun boleh meminta bantuan jika merasa perlu,” pungkasnya.

Ditangkap Bersama Sejumlah Pihak

KPK menangkap Fadia dalam OTT di Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa.

Budi mengatakan, KPK membawa pelantun lagu "Cik Cik Bum Bum" itu dan sejumlah pihak ke Gedung Merah Putih, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Namun, KPK belum mengungkap perkara yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut. KPK juga belum memerinci barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap itu.

Setelah penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, KPK menyegel sejumlah ruangan di Pemkab Setempat pada Selasa (3/3/2026). 

Dikutip dari Tribun Jateng, sejumlah ruangan yang disegel itu diantaranya: 

  • Ruangan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dingkop-UKM) Kabupaten Pekalongan,
  • Satpol PP,
  • Bagian Umum,
  • Bagian Perekonomian,
  • Prokompim,
  • Dinperkim LH serta DPU dan Taru.
  • Kantor Bupati Pekalongan,
  • Kantor Sekda.

Segel yang terpasang memuat tulisan "Masih dalam pengawasan KPK".

Suasana di sekitar kantor yang berada di kompleks Pemkab Pekalongan terlihat sepi dan lengang.

Baca juga: Sosok Fadia Arafiq Bupati Pekalongan yang Terjaring OTT KPK, Eks Pedangdut, Segini Harta Kekayaannya

Aktivitas perkantoran berjalan seperti biasa tetapi sejumlah pegawai tampak enggan memberikan keterangan.

 Salah satu pejabat di lingkungan Dinkop-UKM yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya penyegelan tersebut.

Namun, ia tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut terkait kronologi maupun pihak yang terlibat.

"Memang ada penyegelan di ruangan kepala dinas. Untuk detailnya, kami belum bisa menyampaikan," ujarnya kepada Tribunjateng.com.a

Adapun aktivitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kantor tetap berjalan normal.

Beberapa pegawai tetap menjalankan tugas seperti biasa meski situasi kantor terpantau lebih lengang dari hari biasanya. 

Siapakah Fadia Arafiq? 

TERJARING - Setelah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK< sejumlah ruangan di Pemkab disegel.
TERJARING - Setelah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring OTT KPK< sejumlah>

Fadia Arafiq, S.E., M.M. lahir dengan nama asli Laila Fathia di Jakarta, 23 Mei 1978.

Fadia adalah anak pedangdut A Rafiq. 

Fadia Arafiq menikah dengan Ashraff Abu dan memiliki enam orang anak.

Fadia Arafiq diketahui pernah menempuh beberapa pendidikan.

Berikut daftar pendidikan Fadia Arafiq dikutip dari laman prokompim.setda.pekalongankab.go.id:

  • SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat
  • SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur
  • S1 Manajemen Universitas AKI Semarang
  • S2 Manajemen Universitas Stikubank Semarang S3 UNTAG Semarang

Karier

Sebelum terjun ke politik, Fadia pernah mengikuti jejak ayahnya, A. Rafiq, sebagai pedangdut. 

Nama Fadia Arafiq pernah setelah ia sukses membawakan single berjudul Cik Cik Bum Bum (2000). 

Dia lalu terjun ke politik dengan menjadi Wakil Bupati Pekalongan periode 2011-2016. 

Dia lalu maju sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2024 dan menang.

Di periode ke-dua Fadia kembali unggul dan memenangkan pilkada 2025.

Berikut rekam jejak selengkapnya: 

  • Wakil Bupati Pekalongan (2011-2016)
  • Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016-2021)
  • Ketua KNPI Jawa Tengah (2016-2021)
  • Bupati Pekalongan (2021-2026)
  • Bupati Pekalongan (2025-2030)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.