Terbongkar Rekaman CCTV Perampok Siksa Suami Istri di Bekasi, Korbannya Kini Tewas dan Kritis
Ardhi Sanjaya March 03, 2026 12:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terungkap isi rekaman CCTV dalam kasus perampok siksa pasangan suami istri di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 Nomor 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).

Perampok menyatroni rumah milik EU (65) dan PW (60).

Atas tindakan perampok yang sampai kini masih buron, EU tewas.

Sedangkan PW masih kritis di rumah sakit.

Kejadian pertama kali diketahui anak korban, DNA.

Ia baru tidur sekitar pukul 01.00 WIB dan tidak mendengar suara apapun.

Saat pukul 03.00 WIB, ibunya tidak membangunkan sahur.

Sampai pukul 04.15 WIB DNA terbangun mendengar alarm handphone.

Ia mencoba membangunkan ibunya, tapi tidak ada jawaban.

DNA hanya mendengar suara rintihan.

Dia pun langsung menghubungi keluarga untuk membuka pintu kamar orang tua.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan saat keluarga datang, mereka berusaha membuka kamar lewat jendela.

Baca juga: Ternyata Anak Maman Politisi PKS Bukan Korban Perampokan, Keberadaan Satpam dan ART Dipertanyakan

EU ditemukan di atas kasur dalam kondisi bersimbah darah.

Sedangkan PW sudah terkapar di lantai.

"Berdasarkan dokter rumah sakit, ada pukulan benda tumpul di belakang kepala. Untuk sementara benda tumpul ya, karena tidak ada bekas benda tajam di luka," katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, ada sejumlah barang berharga yang hilang.

"Gelang emas di tangan ibunya hi;ang, kunci mobil dua-duanya hilang," katanya.

Sedangkan mobilnya masih terparkir di garasi.

Baca juga: Gerak-gerik Wadison Sampai Akui Bunuh Istri Pakai Skenario Perampokan, Kakaknya Tertipu: Kena Prank

Menurut Andi, polisi sudah mengidentifikasi keberadaan kamera CCTV.

"CCTV sudah kami lakukan screening, kami baru temukan terpasang di tetangga korban, pas di sebelahnya," katanya.

Kamera tersebut menghadap ke arah jalan, bukan rumah korban.

"Sudah kami lakukan pengecekan CCTV hanya menghadap ke jalan rumah tetangga korban, tidak terekspose di halaman rumah korban persis," katanya.

Ketika dibuka, rekaman CCTV tidak menunjukan adanya aktivitas mencurigakan.

"Sudah kami cek tidak ada yang melintas di jam 12 sampai jam 3 jam 4 gitu. Kami juga tidak menemukan CCTV lain," katanya.

Andi menduga pelaku perampokan lebih dari satu orang.

"Kemungkinan besar pelaku lebih dari satu orang. Tapi kepastiannya nanti setelah kami lakukan usaha maksimal," katanya.

  • Anjing Pelacak

Direktorat Polisi Satwa menurunkan anjing pelacak (K-9) untuk menyisir lokasi. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, anjing tersebut menyusuri area dalam rumah hingga ke Jalan Raya Kalimalang yang berbatasan langsung dengan pagar depan rumah korban. 

Sekitar 20–30 meter dari rumah, anjing berhenti di bangunan bekas tempat pencucian motor yang kini menjadi lokasi penampungan rongsokan. 

Namun, selama kurang lebih 15 menit penyisiran, tidak terlihat reaksi signifikan. 

Polisi sempat meminta keterangan dari tiga pegawai di lokasi tersebut sebelum anjing pelacak kembali ke rumah korban.

Hasil olah TKP menunjukkan pelaku diduga masuk melalui jendela rumah pada dini hari. 

"Untuk tersangka kami cek tadi dari olah TKP masuknya lewat jendela. Jadi jendela dirusak yang di pojok sana (depan rumah)," ujar Andi. 

Pelaku diduga memanjat pagar depan rumah yang berbatasan dengan lahan kosong dekat Jalan Raya Kalimalang. 

Dugaan itu diperkuat dengan temuan bekas jejak kaki di pagar. 

"Jadi kemungkinan besar dari tembok di depan, kemudian langsung memanjat ke pintu pagar rumah. Depannya ini lahan kosong," ujar Andi.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.