Perjalanan Karier Fadia A Rafiq, Pedangdut 'Cik Cik Bum Bum' Jadi Bupati Pekalongan Kena OTT KPK
Amir M March 03, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - OTT KPK menjerat Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq, yang kini diperiksa di Jakarta terkait dugaan korupsi.

Sebelumnya, Fadia dikenal publik sebagai penyanyi dangdut lewat lagu hits “Cik Cik Bum Bum” pada 2000, yang sempat melejitkan namanya.

Dari panggung musik ke ranah politik, sosoknya kini menjadi sorotan karena kasus hukum yang menimpanya.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). 

Fadia kini menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. 

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukumnya. 

"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dikutip dari Kompas.com, Selasa (3/3/2026).

Budi menyatakan tim membawa Fadia ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

"Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sambungnnya. 

Saat ini, KPK belum mengungkap rincian dan barang bukti usai melakukan OTT terhadap Fadia. 

Di tengah proses tersebut, rekam jejak karier politik Fadia menjadi sorotan.

Lantas, siapa sosok Fadia dan bagaimana rekam jejaknya?

Penyanyi dangdut

Dilansir dari Surya.co.id pada Selasa, Fadia A Rafiq lahir di Jakarta, 23 Mei 1978, dengan nama asli Laila Fathia. 

Ia merupakan anak pedangdut A Rafiq dan sempat dikenal publik lewat lagu “Cik Cik Bum Bum” pada 2000 sebelum beralih ke dunia politik.

Ia menempuh pendidikan di SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, SMP Negeri 8 Tanah Abang, dan SMA Negeri 58 Ciracas. 

Fadia kemudian meraih gelar S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang dan S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang. 

Ia juga tercatat menempuh pendidikan S3 di UNTAG Semarang.

Karier politik

Fadia memulai karier pemerintahan sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011-2016. Jabatan tersebut menjadi batu loncatan menuju posisi lebih tinggi di pemerintahan daerah.

Ia kemudian menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan periode 2016-2021 dan Ketua KNPI Jawa Tengah pada periode yang sama.

Pada Pilkada 2020, Fadia maju sebagai calon Bupati Pekalongan dan memenangkan pemilu untuk periode 2021-2024.

Politis partai Golkar itu kembali maju pada Pilkada 2025 dan terpilih untuk periode 2025-2030.

Fadia merupakan salah satu kepala daerah perempuan di Jawa Tengah yang berhasil memenangkan dua periode berturut-turut sebelum akhirnya terjaring OTT KPK pada awal Maret 2026.

Baca juga: Respon Golkar Usai Fadia A Rafiq Terjaring Operasi Senyap KPK di Pekalongan, Hormati Proses Hukum

OTT KPK - Fadia A Rafiq merupakan Bupati Pekalongan yang baru saja kena OTT KPK. Kakak artis Fairuz A Rafiq itu merupakan lulusan S3 yang sempat jadi pedangdut.
OTT KPK - Fadia A Rafiq merupakan Bupati Pekalongan yang baru saja kena OTT KPK. Kakak artis Fairuz A Rafiq itu merupakan lulusan S3 yang sempat jadi pedangdut. (Instagram @fairuzarafiq @fadiaarafiq)

Harta kekayaan

Menilik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per 30 Maret 2025, Fadia memiliki kekayaan sebesar Rp 85,6 miliar. 

Angka fantastis tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai tanah dan bangunan, transportasi hinga harta bergerak lainnya.

Berikut rincian kekayaan Fadia A Rafiq dilansir dari laman resmi LHKPN:

A. Bidang Tanah dan bangunan Rp. 74.290.000.000

- Tanah seluas 2720 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 2.040.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 90 m2/55 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp. 1.500.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 180 m2/162 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp. 3.500.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 2,25 m2/2,25 m2 di kab/kota Jakarta Pusat, hasil sendiri Rp. 2.400.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 2,84 m2/2,84 m2 di kab/kota Jakarta Pusat, hasil sendiri Rp. 3.800.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 800 m2/500 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp. 5.000.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 489 m2/200 m2 di kab/kota Semarang, hasil sendiri Rp. 7.000.000.000

- Tanah seluas 200 m2 di kab/kota Badung, hasil sendiri Rp. 3.500.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 100 m2/100 m2 di kab/kota Jakarta Timur, hasil sendiri Rp. 5.000.000.000

- Tanah seluas 550 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp. 10.000.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 209 m2/209 m2 di kab/kota Depok, hasil sendiri Rp. 3.500.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 1613 m2/800 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 3.500.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 310 m2/300 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 5.000.000.000

- Tanah seluas 1298 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 2.500.000.000

- Tanah seluas 740 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 1.000.000.000

- Tanah seluas 1900 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 1.900.000.000

- Tanah seluas 1900 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 1.900.000.000

- Tanah seluas 1420 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 3.550.000.000

- Tanah seluas 599 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 2.500.000.000

- Tanah seluas 7330 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 2.500.000.000

- Tanah dan Bangunan seluas 200 m2/150 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 500.000.000

- Bangunan seluas 100 m2/ 270 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp. 350.000.000

- Tanah seluas 121 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp. 325.000.000

- Tanah seluas 76 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp. 700.000.000

- Tanah dan bangunan seluas 76 m2/120 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp. 700.000.000

- Tanah seluas 10 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp. 125.000.000

B. Alat transportasi dan mesin Rp. 1.180.000.000

- Mobil, Hyundai minibus tahun 2013, hasil sendiri Rp. 200.000.000

- Mobil, Alphard Alphard X A/T 2.4 tahun 2018, hasil sendiri Rp. 980.000.000

C. Harta bergerak lainnya Rp. 3.020.000.000

D. Surat berharga Rp. -

E. Kas dan setara kas Rp. 10.333.500.000

F. Harta lainnya Rp. -

Sub total Rp. 88.823.500.000

III. Hutang Rp. 3.200.000.000

IV. Total harta kekayaan (II-III) Rp. 85.623.500.000

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.