Rekomendasi Harga Saham Pilihan Analis Terbaru 4 Maret 2026, IHSG Kembali Melemah
Rizky Zulham March 03, 2026 02:30 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Cek rekomendasi harga saham pilihan analis terbaru 4 Maret 2026, IHSG diproyeksi kembali melemah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi sejak perdagangan kemarin 3 Maret 2026.

Asal tahu saja, IHSG ditutup ambles 2,66 persen atau terpangkas 218 poin ke level 8.016,83 pada Senin 2 Maret 2025.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan, pergerakan IHSG dibebani oleh berbagai sektor siklikal dan industrial. 

“Ketegangan geopolitik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz menjadi sentimen yang mempengaruhi tidak hanya IHSG namun secara global,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

Baca juga: Bocoran IHSG Terbaru 3 Maret 2026 Lengkap Harga Saham Pilihan Rekomendasi LQ45

Seperti yang diungkap oleh Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda.

Ia mengatakan, pelemahan tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang memicu perang terbuka.

Situasi tersebut membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko (risk-off) dan beralih ke instrumen safe haven.

Kondisi diperparah dengan serangan balasan Iran, termasuk serangan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi.

Eskalasi konflik ini mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi global dan kemungkinan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

“Namun demikian, pelemahan IHSG relatif tertahan oleh penguatan saham-saham sektor energi dan tambang emas, yang diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

Dari sisi domestik, sentimen masih relatif stabil dengan inflasi Februari tercatat sebesar 4,76 persen YoY, serta neraca perdagangan Indonesia yang kembali mencatat surplus sebesar US$960 juta pada Januari 2026.

“Ini menandai surplus selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2021,” tuturnya.

Untuk hari ini. Herditya memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan support 7.979 dan resistance 8.103.

“Sentimennya masih sama,” ungkapnya.

Herditya pun menyarankan investor mencermati saham HRTA dan PSAB dengan target harga masing-masing Rp 3.500 - Rp 3.660 per saham dan Rp 600 - Rp 635 per saham pada perdagangan esok. Serta, sell on strength untuk BMRI dengan target harga Rp 5.175 - Rp 5.225 per saham.

Sementara itu, Reza bilang, IHSG berpotensi masih bergerak dalam tekanan seiring meningkatnya sentimen risk-off global akibat konflik Iran–AS–Israel.

Selama ketegangan geopolitik masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda de-eskalasi, investor global cenderung melakukan pengurangan eksposur pada aset berisiko, termasuk pasar saham emerging market.

Secara teknikal, Reza memproyeksikan, IHSG berpotensi bergerak pada kisaran support di 7.950 – 8.000 dengan resistance terdekat di area 8.150 – 8.200.

“Di tengah kondisi ini, aliran dana berpotensi berpindah ke aset safe haven seperti emas, sementara saham-saham berbasis komoditas cenderung lebih resilien,” tuturnya.

Baca juga: Rekom Harga Saham Pilihan Analis Terbaru 3 Maret 2026, IHSG Berpeluang Rebound

Reza pun merekomendasikan beli untuk MEDC, DOID, dan HRUM dengan target harga masing-masing Rp 2.060 – Rp 2.130 per saham, Rp 324 – Rp 338 per saham, dan Rp 1.239 – Rp 1.275 per saham.

Semoga informasi ini bermanfaat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.