- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan terkait operasi militer Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran.
Netanyahu meyakinkan warga Amerika bahwa konflik dengan Iran tidak akan berkepanjangan, meski serangan terus berlangsung.
Netanyahu menekankan bahwa serangan bersifat terbatas dan strategis.
Serangan ini bertujuan menciptakan kondisi bagi perubahan dan perdamaian, bukan konflik tanpa batas waktu.
"Anda tidak akan mengalami perang tanpa akhir," tegas Netanyahu. Ia menambahkan bahwa kehancuran rezim Iran akan membuka jalan bagi perdamaian dan kesepakatan baru di kawasan, termasuk dengan negara-negara Arab seperti Arab Saudi.
Dikutip dari Fox News, hal ini disampaikan Netanyahu dalam pidatonya pada Senin (2/3/2026).
Netanyahu menyebut serangan yang dilakukan terhadap rezim Iran untuk menciptakan kondisi bagi perubahan dan perdamaian, bukan konflik tanpa batas waktu.
"Anda tidak akan mengalami perang tanpa akhir," tegas Netanyahu.
Netanyahu meyakinkan warga Amerika bahwa kehancuran rezim Iran akan membuka jalan bagi perdamaian dan kesepakatan baru di kawasan.
Netanyahu menilai Iran fanatik dan terus mengembangkan program nuklir serta rudal balistik.
Tanpa tindakan tegas saat ini, Iran bisa mengancam Amerika dan negara-negara lain di kawasan.
"Alasan mengapa kita harus bertindak sekarang adalah karena mereka sudah bertindak," kata Netanyahu, seraya menjelaskan bahwa bunker bawah tanah dan situs baru Iran akan membuat program rudal balistik dan nuklir mereka sulit dihentikan jika ditunda.
Netanyahu menegaskan perlunya pemimpin tegas seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil tindakan saat ini.
Hal ini sekaligus menekankan kerja sama sebelumnya telah menghasilkan empat perjanjian perdamaian.
Selain itu, upaya melawan Iran akan memungkinkan tercapainya lebih banyak kesepakatan.
Netanyahu percaya kehancuran rezim Iran akan memungkinkan rakyat Iran membentuk pemerintahan demokratis baru.
Netanyahu juga menekankan langkah yang dilakukan untuk membuka peluang perdamaian dengan negara-negara Timur Tengah.
Program: Tribunnews Update
Host: Alinda Panca
Editor Video : Ramadhan Aji Prakoso
Uploader: Ramadhan Aji Prakoso