Warga Desa Tertek Kediri Bersihkan Material Banjir Bandang, Jalan Pare - Kandangan Kembali Normal
Sri Wahyuni March 03, 2026 04:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Warga Desa Tertek Kecamatan Pare Kabupaten Kediri membersihkan lingkungan mereka dari siswa material banjir bandang Sungai Serinjing, Selasa (3/3/2026).

Warga dibantu oleh Tim Gabungan TNI, Polri, BPBD, Damkar, juga relawan.

Pembersihan dilakukan sejak pagi hingga siang hari agar akses jalan kembali normal.

Sejak pukul 06.00 WIB, warga mulai memindahkan tumpukan bambu, kayu gelondongan, serta ranting pohon yang tersangkut di bahu jembatan dan pinggir jalan.

Material tersebut sebelumnya terbawa arus deras saat hujan mengguyur kawasan hulu.

Satu unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menyemprot sisa lumpur dan tanah liat yang menutupi Jalan Raya Pare-Kandangan.

Lumpur yang mengendap membuat jalan licin dan membahayakan pengguna kendaraan.

Material kayu dan bambu yang menumpuk kemudian diangkut menggunakan truk untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Proses ini dilakukan secara bertahap agar aliran sungai kembali lancar dan tidak terjadi penyumbatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno menjelaskan bahwa banjir luapan terjadi akibat hujan deras di hulu Sungai Serinjing pada sore hari.

Baca juga: Pastikan Takaran BBM Akurat, Petugas Tera Ulang 14 SPBU di Kota Kediri

Berdasarkan data BPBD, luapan air di Desa Tertek dipicu adanya sumbatan sampah bambu di jembatan akses warga.

Air meluap ke Jalan Raya Pare-Kandangan dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter sebelum akhirnya surut.

Selain Desa Tertek, banjir luapan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Desa Kepung, Desa Pelem, Desa Watugede, Desa Gedang Sewu, hingga Desa Satak.

Ketinggian genangan bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter, namun seluruhnya dilaporkan telah surut .

Djoko memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, sejumlah rumah warga sempat terdampak genangan air dan lumpur.

Untuk material kayu yang masih tertahan di aliran sungai, BPBD berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan pembersihan lanjutan menggunakan alat berat guna mencegah terjadinya penyumbatan ulang.

"Fokus kami saat ini memastikan akses jalan bersih dan aman dilalui, serta aliran sungai kembali lancar," ucapnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan lereng Gunung Kelud. Potensi banjir kiriman masih dapat terjadi jika curah hujan tinggi kembali turun.

Salah satu warga terdampak Yuli mengatakan pihaknya bergotong royong dengan tetangga sejak pagi untuk membersihkan sisa material. Yuli menyebut jalan di depan rumahnya kembali normal pada pukul 10.00 WIB.

"Alhamdulillah sudah bersih dan bisa dilewati kembali," ucapnya. 

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.