BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dugaan kematian enam ekor sapi akibat racun di Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), saat ini masih diselidiki aparat kepolisian.
Sementara itu di kalangan publik di Tala menyeruak kabar yang menyebut perilaku ternak sapi yang dilepasliar kerap memunculkan masalah yakni merusak tanaman sayuran maupun kebun.
Apakah di Desa Pemuda pernah ada keluhan warga terhadap ulah sapi yang merusak tanaman? Kades Pemuda Zainal Arifin mengatakan pernah ada.
"Kalau tak keliru dulu pernah dua kali keluhan seperti itu. Tapi itu sudah agak lama," ucapnya saat diwawancarai Selasa (3/3/2026).
Persoalan itu telah terselesaikan secara kekeluargaan. Namun satu kasus lainnya masih mengambang karena tidak diketahui sapi yang merusak tanaman milik siapa.
Baca juga: Polisi Telisik Kematian Enam Sapi di Kebun Warga di Pelaihari, Beberapa Saksi Dimintai Keterangan
Dikatakannya, sebagian pemilik sapi memang ada yang memelihara secara lepasliar. Akhirnya sapi kadang berkelana jauh hingga ke perkebunan atau lahan pertanian warga.
Zainal berharap kasus kematian enam sapi yang kini dalam penyelidikan aparat kepolisian dapat terungkap dan terselesaikan secara baik.
Sementara itu catatan media ini, keluhan warga yang tanamannya rusak akibat ulah sapi juga pernah menyeruak di Desa Telaga, Kecamatan Pelaihari.
Sasarannya juga sama yakni tanaman sawit yang baru ditanam rusak oleh ulah sapi. Mediasi juga pernah bergulir di pemerintah desa setempat atas masalah tersebut.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)