TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisi D DPRD DKI Jakarta menegaskan penanganan banjir menjadi fokus utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, dalam rapat kerja pembahasan Pra Rencana Kerja Perangkat Daerah (Pra RKPD) 2027 bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Senin (2/3/2026).
Wibi menekankan, forum Pra RKPD tidak boleh hanya menghasilkan daftar program semata.
Menurutnya, perencanaan harus berorientasi pada hasil nyata (outcome) yang selaras dengan arah pembangunan dalam RPJMD.
“Forum RKPD ini bukan hanya mencari output, tapi lebih kepada outcome. Hasil kerja tahun ini harus sinkron dengan RPJMD,” ujar Koordinator Komisi D tersebut.
Ia menambahkan, setiap program yang disusun harus memiliki target realistis dan berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
Karena itu, usulan dari bawah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) serta hasil reses anggota dewan harus menjadi pijakan utama.
“Kita harus punya target yang realistis. Harapannya, program ke depan benar-benar memperhatikan usulan riil dari masyarakat,” katanya.
Dalam pembahasan itu, Wibi secara tegas menyebut banjir sebagai persoalan paling mendesak yang harus dijawab secara konkret dalam RKPD mendatang.
“Secara realistis, isu yang paling prioritas adalah banjir,” tegasnya.
Selain menyusun rencana ke depan, ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, termasuk program yang tidak terlaksana sesuai rencana atau mengalami hambatan.
“Harus ada evaluasi terhadap program tahun kemarin yang tidak berjalan sesuai rencana, atau yang sudah sesuai rencana namun terhambat,” ucap Wibi.
Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, memaparkan sejumlah program yang akan dijalankan pada 2027 untuk mendukung pengendalian banjir.
“Kita akan melakukan pembangunan polder atau sistem pompa, pembangunan waduk, situ, ataupun embung, pembangunan prasarana sungai, pembangunan tanggul pantai dan breakwater, pembangunan saluran PHB dan saluran mikro, serta pembangunan SPALD skala terpusat," kata Ika.
Ia berharap rangkaian program tersebut dapat memperkuat sistem pengendalian banjir Jakarta secara terukur dan berkelanjutan.