600 Hektare Sawah di Pangandaran Terendam Banjir, Petani Gagal Tanam dan Panen
Dedy Herdiana March 03, 2026 06:19 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Ratusan hektare lahan persawahan di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga kini masih terdampak banjir.

Pada Selasa (3/3/2026) siang, sekitar 600 hektare area persawahan di wilayah itu tampak berubah menyerupai danau. 

Lahan yang biasanya ditanami benih padi dan terlihat hijau, kini terendam air sehingga tidak dapat digarap. 

Sejumlah warga terlihat memanfaatkan genangan dengan mencari ikan, sementara sebagian lainnya menggembalakan bebek di area yang tergenang.

Baca juga: Abrasi Paksa Nelayan di Batukaras Pangandaran Sandarkan Perahu ke Bahu Jalan Wisata

Kepala Desa Paledah, Yanto, mengatakan luas lahan terdampak banjir diperkirakan mencapai kurang lebih 600 hektare.

"Lahan masih terdampak banjir dan petani gagal tanam, apalagi panen," ujar Yanto kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Selasa (3/3/2026) siang.

Banjir terjadi akibat derasnya air kiriman saat hujan serta meluapnya air dari anak Sungai Citanduy dan Sungai Citanduy. 

Kondisi tersebut menyebabkan genangan bertahan cukup lama dan menghambat aktivitas pertanian warga.

Seorang warga Desa Paledah, Saefulloh (30), menyesalkan belum adanya tindak lanjut nyata dari Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy terkait pembenahan sistem aliran air.

"Meski sebelumnya sudah dilakukan normalisasi anak sungai, kondisi banjir masih terus terjadi," katanya.

Menurutnya, air yang meluap diduga akibat sistem aliran yang belum berfungsi secara optimal serta minimnya perawatan lanjutan setelah pembangunan jalur air dilakukan.

"Air masih sering meluap dan menggenangi sawah serta permukiman. Sepertinya aliran air belum bekerja maksimal dan tidak ada perawatan lanjutan," ucap Saefulloh. (*)

 

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.