TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU-10 objek wisata di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Tentunya 10 objek wisata ini masuk dalam rencana pengawalan keamanan dan ketertiban di lokasi keramaian selama Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan Polres Malinau.
Pantauan TribunKaltara.com, dari tahun ke tahun masa libur yang cukup panjang, mobilitas masyarakat menuju tempat hiburan diperkirakan akan meningkat signifikan dibanding hari biasanya.
Kabag Ops Polres Malinau Iptu Mardiman menjelaskan seluruh titik tersebut telah masuk dalam daftar pengamanan rutin tahunan.
Baca juga: 4 Rekomendasi Liburan di Malinau: Dari Wisata Keluarga hingga Petualangan Hidden Gem
"Lokasi wisata untuk Kabupaten Malinau sendiri ada 10 tempat wisata seperti tahun-tahun sebelumnya, mulai dari daerah utara ada pemandian Aulia, Sungai Gita, kemudian yang viral sekarang di daerah atas namanya Skelebon," ujar Mardiman.
Kegiatan pengamanan ini akan disinergikan dengan Operasi Ketupat 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 13 hari.
Fokus utama petugas adalah memastikan keselamatan pengunjung serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas di area publik.
Beberapa titik yang menjadi perhatian meliputi wilayah utara hingga area perkotaan yang memiliki akses pemandian alam.
"Personel akan kita tempatkan di titik-titik mana akan kita laksanakan pengamanan wisata maupun pengamanan pengawasan Operasi Ketupat Lebaran ini," katanya.
Baca juga: Sambut Hari Otonomi Desa se-Kaltara di Malinau, Desa Wisata Pulau Sapi Siapkan Dua Lokasi
Selain itu, objek wisata yang sedang ramai juga menjadi prioritas pengawasan intensif oleh personel kepolisian.
Titik-titik tersebut di antaranya adalah Pemandian Aulia di Malinau Utara, Sungai Gita, serta kawasan Skelebon yang saat ini tengah digemari masyarakat.
Selain lokasi di area terbuka, pengawasan juga mencakup Wisata Semolon di Mentarang, pemandian di Sentaban, Tajan untuk aktivitas outbound, hingga Tane Olen di Malinau Selatan Hilir.
Bahkan, objek pemandian di antaranya kolam renang tetap masuk dalam radar pemantauan demi keamanan warga umum.
Skema pengamanan akan dikendalikan langsung oleh markas kepolisian resor dengan melibatkan personel dari berbagai satuan.
Penempatan petugas akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan estimasi jumlah pengunjung di masing-masing destinasi.
(*)
Penulis : Mohammad Supri