TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Kasus campak saat ini tengah naik di Indonesia.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat, secara nasional hingga minggu ke-7 tahun 2026, ditemukan 8.224 kasus suspek campak dan 572 kasus terkonfirmasi positif.
Bahkan, ada empat kasus kematian karena campak di Indonesia.
Di Kabupaten Banyumas, kasus campak juga mengalami peningkatan dibandingkan awal tahun lalu meskipun tidak signifikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Banyumas, Sito Hatmoko mengatakan, jika melihat angka memang terjadi peningkatan.
Data tahun 2025, kasus tercatat 719 suspek, 38 positif campak (Morbilli), dan 20 positif Rubella.
Sedangkan awal tahun 2026, sudah tercatat 94 suspek, 12 positif campak (Morbilli), dan 1 positif Rubella.
"Tahun sebelumnya di awal tahun tidak sampai segitu (12 kasus positif, red). Tapi di Banyumas, tidak ada kasus campak hingga menyebabkan meninggal dunia," ujarnya kepada tribunbanyumas.com, Selasa (3/3/2026).
Sito mengatakan, meningkatnya kasus campak umumnya disebabkan karena daya tahan tubuh yang sedang tidak bagus.
Sehingga sekalipun sudah vaksin namun daya tahan tubuh tidak bagus, maka tetap bisa terkena.
Saat ditanya gerakan antivaksin, menurut Sito, secara umum di Banyumas ada, tetapi tidak banyak.
"Ada beberapa orang secara perorangan menolak vaksin dengan berbagai alasan. Tapi tidak banyak," ungkapnya.
Apa Itu Campak?
Kepala Dinkes KB Banyumas, dr Dani Esti Novia mengatakan, campak merupakan infeksi pernapasan yang penularannya melalui udara.
Ada dua jenis virus, yaitu virus Morbilli dan virus Rubella.
Baca juga: Banyak Kasus Perampokan di Banyumas, Ketua DPRD Agus Priyanggodo Minta Pos Ronda Diaktifkan Lagi
Campak ini banyak dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun dengan gejala demam, batuk, pilek, dan beberapa hari setelahnya timbul ruam kemerahan.
"Penularan melalui udara. Jadi pada saat anak itu batuk dan terpapar virus campak, maka bisa menularkan ke yang lain," jelasnya.
dr Dani mengatakan, perlu dilakukan berbagai langkah antisipasi pencegahan dan mengobati pasien penyakit campak.
Pertama vaksinasi campak di usia 9 bulan, 1,5 tahun, dan 7 tahun.
Kemudian untuk pengobatan, maka harus minum obat, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi.
"Mayoritas pasien sembuh, kami melihat karena faktor vaksin. Jadi dengan sudah vaksin kondisi tubuhnya tidak parah, meskipun sudah positif," ungkapnya. (fba)