TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, mengajak sivitas akademika dan masyarakat luas untuk memaknai waktu sebagai nikmat Allah yang sangat berharga, terutama dalam momentum Ramadan.
Menurutnya, kesadaran mengelola waktu menjadi kunci kesuksesan sekaligus investasi amal jangka panjang bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Dalam tausiyah di program Lentera Ramadan, Prof. Ridwan menegaskan bahwa manusia sebagai makhluk berbeda secara hakiki dengan Allah SWT sebagai Sang Pencipta.
Manusia terikat ruang dan waktu, sedangkan Allah tidak dibatasi oleh keduanya.
“Sebagai makhluk, kita mengambil ruang dan waktu. Ketika seseorang berada di kelas atau di kantor, ia tidak berada di rumah. Artinya, manusia dibatasi oleh ruang dan waktu. Sementara Allah tidak dibatasi oleh itu semua,” ujarnya.
Prof. Ridwan menjelaskan bahwa waktu berjalan secara progresif dan linear.
Ia tidak berputar kembali. Setiap detik yang terlewati menjadi bagian dari sejarah hidup yang tidak bisa diulang.
Karena itu, Islam memberikan perhatian besar terhadap waktu.
Ia mencontohkan bagaimana Allah bersumpah atas nama waktu dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surah Al-‘Asr dan Ad-Dhuha. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya waktu dalam kehidupan manusia.
“Setiap waktu adalah lembaran sejarah hidup kita. Jika sudah berlalu, ia tidak akan pernah kembali. Maka waktu harus kita isi dengan prestasi dan amal kebajikan,” tegasnya.
Rektor menilai kemampuan memanfaatkan waktu merupakan bagian dari manajemen diri yang menentukan keberhasilan seseorang.
Waktu bukan sekadar durasi hidup, melainkan amanah yang harus dikelola dengan baik.
Ia mengutip pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10 yang mengingatkan manusia untuk memanfaatkan segala rezeki sebelum ajal menjemput.
Menurutnya, rezeki tidak hanya bermakna materi, tetapi juga umur, kesehatan, kesempatan, dan berbagai nikmat lainnya.
“Umur adalah rezeki. Kesehatan adalah rezeki. Semua yang Allah berikan kepada kita adalah rezeki. Dan semuanya diperintahkan untuk diinfakkan, digunakan untuk kebaikan diri, keluarga, dan masyarakat,” jelasnya.
Prof. Ridwan juga mengingatkan agar manusia tidak menyadari pentingnya waktu ketika sudah berada di “injury time” kehidupan.
Dalam Al-Qur’an digambarkan, seseorang yang telah mendekati kematian baru memohon tambahan waktu untuk berbuat baik.
Namun, Allah menegaskan bahwa ajal tidak akan ditunda ketika waktunya telah tiba.
“Kesadaran di akhir waktu tidak lagi bermakna. Karena itu, sebelum ajal datang, gunakan waktu untuk berkarya dan beramal saleh,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hakikat syukur adalah menggunakan seluruh nikmat yang Allah berikan sesuai dengan petunjuk-Nya.
Jika Allah memberikan umur dan waktu, maka bentuk syukur terbaik adalah mengisinya dengan karya dan amal saleh.
“Mensyukuri nikmat waktu adalah dengan menggunakannya sebaik-baiknya untuk berprestasi. Itulah investasi jangka panjang kita, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” tutupnya.
Melalui pesan tersebut, Rektor UIN Saizu Purwokerto mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Bulan Suci Ramadan, untuk membangun kesadaran spiritual dalam mengelola waktu.
Dengan memanfaatkan setiap detik untuk kebaikan, manusia tidak hanya meraih kesuksesan dunia, tetapi juga kebahagiaan akhirat. (***)