TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Proses penyaluran Uang Ganti Rugi (UGR) atau "ganti untung" lahan terdampak proyek Tol Yogyakarta-Yogyakarta International Airport (YIA) masih terus berjalan. Prosesnya dilakukan oleh Kantor Pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulon Progo.
Kepala BPN Kulon Progo, Margaretha Elya Lim mengatakan sasaran penyaluran pertama di 2026 ini adalah warga di Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan.
"Kami melakukan penyaluran dan pencairan ganti untung ke 75 warga di Donomulyo," kata Elya pada Selasa (03/03/2026).
Sebanyak 75 warga tersebut menjadi penerima ganti untung karena lahan hingga aset di atas lahan milik mereka menjadi jalur Tol Yogyakarta-YIA. Secara rinci, terdapat 57 bidang tanah dan 18 non bidang tanah yang akan terdampak proyek pembangunan tol.
Menurut Elya, pencairan UGR sesuai dengan Surat Perintah Pembayaran (SPP) yang terbit pada 24 Februari lalu. SPP diterbitkan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebagai pihak yang berwenang mencairkan anggaran ganti untung.
"Total anggaran pencairan ganti untung untuk 75 warga Donomulyo sebesar Rp 85,79 miliar," ungkapnya.
Elya mengatakan pencairan UGR Tol Yogyakarta-YIA sangat bergantung pada terbitnya SPP dari LMAN. Adapun pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap semua bidang dan non bidang yang terdampak.
BPN Kulon Progo pun telah menerima SPP dari LMAN untuk pencairan ganti untung proyek Tol Yogyakarta-YIA di lokasi berikutnya. Sesuai jadwal, pencairan akan menyasar pada warga terdampak di Kapanewon Wates.
"Kami jadwalkan pencairan di Wates pada Rabu (04/03/2026) besok," ujar Elya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Tol Yogyakarta-YIA, Dian Ardiansyah memastikan proses pengadaan tanah akan tetap berlanjut di 2026 ini. Prosesnya termasuk pencairan ganti untung untuk warga terdampak.
Meski begitu, proses pengadaan tanah sangat bergantung pada kesediaan anggaran dari pemerintah pusat. Namun ia meyakini prosesnya akan tetap lancar tanpa kendala.
"Kami menargetkan di pertengahan 2026 pengadaan tol Yogyakarta-YIA selesai sampai Gamping," jelas Dian.(alx)