Satpol PP Pantau Bukit Sekip Pemali, Tegaskan Aktivitas Penambangan Tidak Boleh di Tempat Umum
Ajie Gusti Prabowo March 03, 2026 08:50 PM

PEMALI, BABEL NEWS - Satpol PP Kabupaten Bangka terus melakukan pemantauan kawasan lereng Bukit Sekip Pemali, Kabupaten Bangka. Hal ini dilakukan setelah banyaknya bekas aktivitas penambangan pasir puru yang diduga ilegal di kawasan lereng Bukit Sekip Pemali.

Plh Kasatpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman menyebut aktivitas penambangan tidak boleh dilakukan di tempat-tempat umum. Pasalnya, aktivitas penambangan sudah memiliki lokasinya masing-masing. "Sudah jelas itu tidak ada izinnya, enggak mungkin dikeluarkan izin. Apalagi itu lingkungan perumahan dan lokasinya di atas bukit," kata Achmad Suherman, Selasa (3/3).

Diakuinya, adanya aktivitas penambangan di Bukit Sekip tersebut berpotensi membuat longsor. Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa penambangan yang dilakukan sebelumnya itu menyalahi aturan. "Karena penambangan itu harus ada izin Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan segala macamnya," jelasnya.

Lebih lanjut, kendati aktivitas penambangan tanah puru di lereng Bukit Sekip itu telah berhenti, namun Satpol PP Bangka akan bertindak tegas jika ke depannya ditemukan lagi aktivitas penambangan di sana. "Walau kita tidak punya kewenangan untuk menyita, tapi kita punya kewenangan untuk menjaga ketentraman dan ketertiban umum," ungkapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berhak untuk membentuk tim dalam melakukan penindakan dengan melibatkan aparat penegak hukum (APH). Dirinya menegaskan dan mengimbau supaya tidak ada lagi kalangan masyarakat apapun yang melaksanakan aktivitas penambangan di bukit-bukit ataupun tempat fasilitas umum.

"Kita tidak melarang masyarakat untuk bekerja. Tapi ada tempat-tempat yang tidak wajar untuk dikerjakan," jelasnya.

Bukit sekip kini telah gundul, vegetasi tak lagi lebat dan mampu menyerap serta menahan air hujan. Kini, yang tersisa adalah bongkahan batu besar dan tanah gersang kekuningan di tengah cuaca panas terik.

Hanya sejenak ketenangan itu bisa dirasakan oleh warga yang rumah tepat di kaki Bukit Sekip. Di musim panas saat ini paling tidak mereka bisa sedikit bernapas lega. Akan tetapi, turunnya hujan tak hanya membawa rintik-rintik air, namun juga membawa ras was-was dan kegelisahan yang mendalam.

Itulah yang dirasakan oleh warga di sekitaran Bukit Sekip. Salah satunya yang diungkapkan oleh Edo, warga RT 02 Dusun Damai, Desa Karya Makmur. Tembok dapur rumahnya berjarak tak sampai 3 meter dari pagar yang dibangun oleh pengelola cafe di atas Bukit Sekip.

Potensi longsor yang menghantui setiap saat membuat gusar. Kegelisahan itu semakin besar terutama ketika hujan mulai lebat dengan intensitas tinggi. "Ini untung lagi musim panas, coba kalau musim hujan, ngeri kami, takut temboknya rumah menimpa rumah kami," kata Edo.

Diakuinya, ancaman bahaya longsor dan limpahan air dengan debit tinggi dari atas Bukit Sekip ini sudah dilaporkan sejak lama lantaran mengancam dan membahayakan pemukiman masyarakat. Terutama saat pengujung tahun lalu ketika hujan besar kerap terjadi dan melanda wilayah Bangka Belitung secara merata.

Saat itu, sejumlah titik pagar roboh dihantam debit air tinggi, gorong-gorong atau got banyak yang rusak dan menjadi mampet. Parahnya, sejumlah rumah warga ada yang dimasuki air hingga merusak sejumlah peralatan seperti mesin pompa air dan lain-lain.

Kondisi ini pun telah dilaporkan kepada pemerintah terkait, termasuk ke DPRD Kabupaten Bangka dan telah melalui serangkaian kegiatan mediasi dan rekomendasi. (u2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.