- Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan gelombang serangan rudal terbaru ke Israel pada Senin (2/3/2026).
Serangan ini disebut sebagai bagian dari “Operasi Janji Sejati 4”.
IRGC menyatakan gelombang ke-10 operasi tersebut menggunakan rudal hipersonik Kheibar Shekan.
Targetnya disebut mencakup kompleks pemerintahan di Tel Aviv, pusat militer di Haifa, serta wilayah Yerusalem Timur.
Namun, tidak ada rincian resmi terkait kerusakan maupun korban jiwa.
IRGC juga memperingatkan warga Israel untuk menjauhi fasilitas militer, pusat keamanan, dan gedung pemerintahan.
Mereka bahkan mendesak warga untuk segera meninggalkan wilayah yang disebut sebagai “wilayah pendudukan”.
Serangan ini terjadi di tengah saling gempur rudal dan serangan udara antara Iran, Israel, dan pangkalan Amerika Serikat dalam 48 jam terakhir.
Sirene serangan udara terdengar di sejumlah kota di Israel.
Otoritas Israel menyatakan sistem pertahanan rudal diaktifkan untuk mencegat proyektil yang masuk.
Rudal Kheibar dikenal sebagai salah satu senjata jarak jauh paling kuat milik Iran yang paling ampuh.
Rudal ini mampu membawa hulu ledak hingga 1.800 kilogram dan diklaim bisa menghindari sistem pertahanan seperti Iron Dome.
(Tribun-Video.com/turkiyetoday.com/economictimes)