Transparansi Menu MBG, 101 SPPG di Bantul Cantumkan Harga dan Kandungan Gizi
Yoseph Hary W March 03, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bantul telah mencantumkan harga di masing-masing menu makan bergizi gratis (MBG) setiap harinya, sesuai anjuran dari Gubernur DI Yogyakarta.  

Cantumkan harga

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan, pencantuman harga juga diberikan sebagai bagian dari evaluasi terutama terhadap menu kering saat momen Ramadan 2026.

"Kan kemarin macam-macam. Kan harganya segini, kok barangnya harganya segini (masyarakat menilai harga makanan yang disajikan dinilai belum sesuai dengan pengadaan MBG per porsi). Itu kan banyak yang menjadi pertanyaan dari masyarakat, terutama wali siswa," katanya, Selasa (3/3/2026).

Menyikapi itu, maka Gubernur DIY mendorong agar pihak SPPG bersikap transparan untuk meminimalisasi miskomunikasi di antara stakeholder, termasuk wali siswa maupun siswa penerima MBG.

"Sampai hari ini sudah seluruh SPPG di Bantul menerapkan hal tersebut. Jumlahnya ada 101 SPPG dengan penerima manfaat MBG mencapai ratusan ribu. Dan penerapan itu sudah dimulai sejak Senin kemarin (2/3/2026)," ucap Hermawan.

Sertakan daftar kandungan gizi

Adapun anggaran menu MBG kering per porsi sejumlah Rp10 ribu. Selain pencantuman harga menu, kata Hermawan, masing-masing SPPG di Bantul juga sudah mencantumkan kandungan gizi pada setiap porsi atau pada porsi kecil dan porsi besar.

Tidak hanya itu saja, di masing-masing SPPG juga telah memberikan petunjuk penyimpanan dan anjuran konsumsi di setiap menu MBG.

"Metodenya nanti setelah puasa masih sama seperti ini. Artinya, setiap menu yang dibagikan ada daftar menu sekaligus nilai kandungan gizi," tutur dia.

Lanjutnya, tindakan ini juga menjadi bagian edukasi kepada masing-masing penerima MBG dan masyarakat secara umum. Dengan begitu, masyarakat dapat memahami bahwa wujud setiap porsi MBG sudah sesuai dengan nilai harga dan kandungan gizi.

Sebagai contoh, SPPG yang sudah menerapkan pencantuman harga menu, kandungan gizi, petunjuk penyimpanan, dan anjuran konsumsi ada pada SPPG Pandak 5, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.

Contoh rincian harga

Dalam porsi kecil terdapat satu cupcake seharga Rp2.000, satu telur asin Rp3.500, satu pisang ambon Rp1.500, dan keripik tahu walik Rp1.060 dengan kandungan energi 460 kkal, protein 14,6 gram, lemak 20,3 gram, karbohidrat 58,6 gram, dan serat 4,1 gram.

Kemudian, untuk porsi besar terdapat satu tahu cupcake seharga Rp2.000, satu telur asin Rp3.500, satu pisang ambon Rp1.500, keripik tahu walik Rp1.060, dan satu molen pisang Rp2.000 dengan kandungan gizi energi 641,6 kkal, protein 17,5 gram, lemak 29,3 gram, karbohidrat 81,4 gram dan serat 5,5 gram.

"Nanti, rencananya dibarengi dengan kepatuhan SPPG tehadap menu dalam setiap 10 hari. Jadi, kami arahkan, setiap 10 hari sudah ada kesepemahaman antara SPPG dengan penerima MBG terkait daftar menunya," katanya.

Selanjutnya, apabila ada usulan menu MBG yang disampaikan oleh masing-masing siswa, maka akan dianggarkan setelah menu 10 hari diedarkan. Sebab, pihak SPPG juga perlu kesiapan penyajian bahan baku.

"Kalau ada siswa, usul untuk besok langsung dibuat menunya. Ya kasihan SPPG. Karena mereka sudah terlanjur belanja untuk menu sesuai dengan jadwalnya," jelas Hermawan.

Kumpulkan SPPG

Selain itu, dalam beberapa waktu ke depan, Pemkab Bantul akan mengumpulkan masing-masing Yayasan SPPG untuk koordinasi terkait pembelian bahan baku.

"Yang saat ini belum kita tekankan itu salah satunya terkait pembelian bahan baku. Sekarang sudah kami buatkan format dan akan kami serahkan ke SPPG. Nanti kami kontrol mereka belanja (bahan baku di mana)," ucap dia.

Rencananya, Pemkab Bantul mengusulkan masing-masing SPPG dapat membeli bahan baku mulai dari Koperasi Desa Merah Putih setempat, pelaku usaha di pasar tradisional, hingga toko kelontong atau warung di sekitar SPPG.

"Tapi, belum kami sepakati berapa mitra ya. Ini masih kita pelajari. Tapi arahnya nanti mitranya tidak tunggal, yang jelas lebih dari satu. Gambaran saya, satu SPPG minimal punya puluhan mitra untuk pemerataan ekonomi. Tapi itu belum kami rapatkan ya," tutup dia.(nei)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.