Harga Emas Tembus Rp3 Juta per Gram, Pedagang di Kota Gorontalo Pilih Habiskan Stok
Wawan Akuba March 03, 2026 11:44 PM

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Aktivitas jual beli emas di sejumlah toko emas di Pasar Sentral Kota Gorontalo masih berlangsung, meski dalam skala terbatas.

Terbatasnya transaksi bukan karena kekhawatiran atas isu hukum di luar daerah, melainkan lebih dipicu lonjakan harga emas yang kini menembus di atas Rp3 juta per gram.

Pantauan Tribun Gorontalo, Selasa siang, sejumlah toko emas di kawasan Pasar Sentral tetap buka dan melayani pembeli. Namun transaksi terlihat tidak seramai biasanya.

Seorang pedagang emas yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, saat ini para pelaku usaha lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian emas dari masyarakat.

“Kalau kami belum dengar informasi penangkapan itu. Cuman harga emas sekarang mahal,” ujarnya.

Baca juga: Emas di Pohuwato Gorontalo Seakan tak Ada Harga! Curhat Penambang Luntang-lantung Cari Penjual

Ia menyebutkan, sebelumnya harga emas berada di kisaran Rp2 juta lebih per gram. Dalam beberapa waktu terakhir, harga melonjak hingga di atas Rp3 juta per gram.

“Naiknya hampir satu juta. Jadi kami pikir-pikir dulu kalau mau beli banyak,” katanya.

Menurutnya, strategi yang diambil pedagang saat ini adalah fokus menghabiskan stok emas yang sudah tersedia di toko, sembari melihat perkembangan harga pasar.

“Kami jual dulu stok yang ada. Kalau harga sudah stabil, baru pertimbangkan beli lagi dalam jumlah besar,” tambahnya.

Di sisi selatan Pasar Sentral, dari sekitar tujuh toko emas yang ada, empat di antaranya tampak beroperasi.

Satu toko terlihat aktif melayani pembeli, sementara lainnya tetap membuka lapak meski transaksi tidak terlalu ramai.

Baca juga: Diduga Takut Beli Emas Penambang! Pengusaha Pohuwato Gorontalo Kompak Tutup Toko

Sementara itu, di sisi utara pasar, beberapa toko memang tampak tutup pada siang hari.

Namun kondisi tersebut disebut sebagai hal yang lazim, mengingat sebagian pedagang memilih beristirahat saat cuaca terik dan kembali beroperasi pada sore hari.

Sejauh pengamatan di lapangan, transaksi yang berlangsung masih didominasi penjualan emas dari toko kepada pembeli.

Aktivitas pembelian emas dari masyarakat atau penambang tidak terlihat signifikan.

Kondisi ini menunjukkan pelaku usaha emas di Kota Gorontalo lebih memilih langkah konservatif menghadapi lonjakan harga, bukan menghentikan aktivitas karena isu eksternal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.