Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Hadiri Peluncuran Prodi Dokter Spesialis UNG, Singgung Biaya Studi
Wawan Akuba March 03, 2026 11:44 PM

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menghadiri kegiatan peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (3/3/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan pendidikan kedokteran lanjutan di Provinsi Gorontalo, sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Fakultas Kedokteran UNG yang telah dirintis sejak puluhan tahun lalu dan kini terus menunjukkan kemajuan signifikan. 

Peluncuran program studi dokter spesialis, khususnya anestesi, dinilai sebagai lompatan strategis dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan dan sumber daya manusia di daerah.

“Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo ini memang kurang lebih sudah berapa puluh tahun lalu dirintis, dan Alhamdulillah ketika Pak Eduart menjadi rektor, ini menjadi sebuah kenyataan. Dan tanpa saya duga, hari ini terjadi lompatan yang cukup berarti, ini membuka lagi prodi anestesi.” terangnya.

Gubernur menegaskan bahwa kehadiran program studi baru ini merupakan hasil kerja bersama yang patut disyukuri. 

Ia menyebutkan bahwa pengembangan pendidikan kedokteran tidak hanya berkaitan dengan institusi pendidikan, tetapi juga menyentuh harapan besar masyarakat terhadap akses pendidikan yang berkualitas.

“Terlepas dari pada itu semua, memang pendidikan ini pada umumnya rakyat berpendapat, kita masih hidup dalam suasana pendidikan yang relatif mahal. Apalagi kalau kita bicara pendidikan Fakultas Kedokteran, itu relatif mahal,” bebernya.

Menurut Gubernur, perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya Fakultas Kedokteran, menjadi bagian penting dari visi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Gorontalo. 

Hal tersebut sejalan dengan komitmen yang telah disampaikan sejak masa kontestasi Pilkada.

“Saya kalau bisa terbuka sedikit, saya terus terang berapi-api waktu pilkada kemarin, jargon peningkatan kualitas SDM, dengan rincian-rinciannya termasuk pemberian beasiswa. Tetapi ketika saya menjabat, kemudian masuk di wilayah itu, ketika kita menghitung secara tematik, ternyata, besar juga anggarannya. Saya nggak bisa membayangkan. Terus, bagaimana caranya? Nah, ini masih menjadi bahan kajian kami bersama," jelas Gusnar.

Gubernur menilai bahwa pencarian solusi pembiayaan pendidikan membutuhkan pendekatan kolaboratif dan kajian mendalam bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi. 

Ia memahami dinamika pengelolaan perguruan tinggi negeri yang telah menerapkan pola badan layanan publik.

“Kita minta perguruan tinggi untuk menurunkan biaya. Ya, hampir nggak mungkin. Karena perguruan tinggi ini sudah badan layanan publik yang merancang rencana pendapatan,dan juga merancang rencana pembiayaan nah oleh sebab itu saya kira kita perlu kaji lebih lanjut ini," katanya.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta, khususnya melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang diarahkan pada sektor-sektor prioritas masyarakat, termasuk pendidikan kedokteran.

“Yang dibayangan saya ini mudah-mudahan saja investasi di Gorontalo ini semakin hari semakin terbuka lebar dan kita akan berbicara dengan dunia swasta bahwa CSR kalian coba disisikan yang konkret saja dulu di fakultas-fakultas yang ditunggu oleh masyarakat hasilnya termasuk fakultas Gorontalo," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan gambaran kondisi fiskal daerah secara terbuka sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada publik serta mitra pembangunan.

“Sebab kalau kita mengandalkan APBD Gorontalo ini termasuk daerah dengan fiskal sedikit ketika kami masuk itu fiskalnya kurang lebih 1,9 triliun. Beda dengan Manado, kemudian datang efisiensi berkurang jadi 1,7 tahun anggaran 2025 itu berkurang lagi 1,5 kurang lebih di 2026 apalagi," terangnya.

Meski dengan keterbatasan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap berupaya menjaga keseimbangan pembangunan melalui komunikasi intensif dan sinergi bersama DPRD Provinsi Gorontalo, termasuk dalam pengambilan kebijakan anggaran.

“Jadi kami ini kalau bertemu pak Ketua DPRD kita bertemu 10 kali, 8 kali kita berdebat untuk mengatur hal yang sedikit ini sehingga sering perhatian kepada pendidikan juga relatif menjadi kecil," ujarnya.

Lebih lanjut Gubernur menegaskan bahwa seluruh dinamika tersebut merupakan bagian dari proses untuk menemukan formulasi terbaik bagi keberlanjutan pembangunan pendidikan, khususnya Fakultas Kedokteran.

“Dari segi pembiayaan banyak problematika pendidikan terutama Fakultas Kedokteran tapi paling tidak kita sudah bisa mengidentifikasi dan mudah-mudahan kita bersama-sama bisa menemukan jalan keluar untuk bagaimana semua rakyat bisa bercita-cita," tegasnya.

Selain itu, Gubernur Gusnar Ismail juga menekankan pentingnya memperkuat jejaring dan kolaborasi antardaerah serta antarperguruan tinggi di kawasan Sulawesi. 

Ia menyebut hubungan UNG dan Universitas Sam Ratulangi Manado sebagai hubungan yang bersaudara dan saling menguatkan.

Melalui kolaborasi yang semakin intens, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap pengembangan pendidikan kedokteran dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. 

Peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis UNG pun diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Gorontalo yang sehat, maju, dan berdaya saing melalui penguatan sumber daya manusia.

Pantauan Tribun Gorontalo hadir dalam kegiatan itu, Rektor UNG, sebagai tuan rumah bersama para dosen-dosen. Kemudian hadir juga Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Bupati Gorontalo Utara, Kadis Kesehatan Gorontalo serta paling spesial hadirnya Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Khairul Munadi.

Kegiatan itu diawali sejumlah persembahan tarian daerah dilanjutkan dengan sambutan-sambutan Kemudian buka puasa bersama.

Terlihat Gusnar Ismail menggunakan batik berwarna cokelat, celana hitam lengkap dengan kopiah.

Ia duduk bersama para pejabat di bagian depan panggung. Sedangkan tamu undangan di beberapa meja lain yang telah disediakan panitia.(*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.