Konflik Timur Tengah Memanas, Gubernur Mahyeldi Koordinasikan Kepulangan 2500 Jemaah Umrah Sumbar
Rahmadi March 03, 2026 10:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah terkait kepulangan sekitar 2.500 jemaah umrah asal Sumbar yang saat ini masih berada di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Mahyeldi menyusul memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada sejumlah penerbangan.

“Saya kira pasti ada yang tertahan karena penerbangan tidak bisa terlaksana. Tentu ini akan kita koordinasikan dengan Kementerian Haji dan Umrah,” kata Mahyeldi saat dikonfirmasi TribunPadang.com di Mapolda Sumbar, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, koordinasi tersebut tidak hanya menyangkut kepulangan jemaah umrah, tetapi juga rencana keberangkatan haji ke depan apabila situasi konflik belum mereda.

“Termasuk keberangkatan haji kita ke depan, kalau misalnya perang ini tidak reda,” ujarnya.

Baca juga: The Kmer’s Mania Tantang Semen Padang FC Menang Lawan PSIM Yogyakarta, Harus Amankan 3 Poin!

Mahyeldi mengaku hingga kini belum menerima informasi resmi dari kementerian terkait kepastian jadwal kepulangan 2.500 jemaah tersebut. Namun, Pemprov Sumbar akan menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kendala penerbangan.

“Mengenai kepulangan ini kita belum dapat informasi dari kementerian. Kalau memang penerbangan tidak bisa, tentu harus ada solusi lain, misalnya lewat laut. Artinya perlu ada penjemputan di sana. Karena itu kita perlu koordinasi lagi,” tutupnya.

Belum Ada Perubahan Jadwal

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, Rifki Diflaizar, mengatakan para jemaah tersebut terbagi dalam dua program, yakni Awal Ramadan dan Full Ramadan.

Sebanyak 1.000 jemaah mengikuti program Awal Ramadan dan telah berangkat pada 22 Februari 2026 melalui berbagai travel haji dan umrah. Mereka dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 5 Maret 2026 dan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Baca juga: BPKH Pastikan Biaya Haji 2026 Turun, Jemaah Cukup Bayar Rp54,1 Juta, Simak Rincian Terbarunya!

“Jumlah terbanyak berasal dari Kota Padang,” kata Rifki saat ditemui di kantornya, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, 1.500 jemaah lainnya mengikuti program Full Ramadan dan berangkat pada 23 Februari 2026. Mereka direncanakan kembali ke Padang sekitar 26 Maret 2026.

Rifki menegaskan, hingga kini belum ada pembatalan atau perubahan jadwal kepulangan jemaah asal Sumbar.

“Penerbangan langsung dari Arab Saudi ke Indonesia sampai saat ini masih aman. Yang terganggu itu penerbangan transit karena ada yang melalui daerah konflik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh travel umrah di Sumbar untuk memastikan kondisi dan jadwal kepulangan jemaah pada 5 dan 26 Maret 2026 mendatang.

Baca juga: Cabai Merah Picu Inflasi Sumbar Februari 2026, Dharmasraya Catat Kenaikan Harga Paling Tinggi

58 Ribu Jemaah Indonesia Masih di Arab Saudi

Secara nasional, sekitar 58.000 jemaah umrah asal Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi di tengah konflik Iran versus Israel-Amerika yang meletus sejak Sabtu (28/2/2026).

“58 ribu lebih jemaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (2/3/2026).

Meski situasi Timur Tengah memanas, hingga tiga hari menjelang kepulangan 1.000 jemaah Sumbar pada 5 Maret 2026, pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar belum menerima informasi penundaan.

“Saya sudah menghubungi seluruh travel umrah di Sumbar, belum ada penundaan keberangkatan jemaah dari Arab Saudi ke Indonesia tanggal 5 Maret 2026,” tegas Rifki.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.