TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Anggota Badan Pelaksana Bidang Investasi Luar Negeri BPKH, Harry Alexander, menyampaikan bahwa besaran BPIH tahun ini menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.
“Kalau kita bandingkan sejak 2022, tahun 2026 ini adalah biaya keberangkatan haji paling rendah, dengan pelayanan yang tetap maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan keputusan yang telah ditetapkan, BPIH 2026 berada di angka Rp87,4 juta per jemaah. Angka tersebut turun sekitar Rp2 juta dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp89,4 juta per orang.
Harry menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, biaya tertinggi tercatat pada 2022 dengan nominal Rp97,79 juta per jemaah.
Baca juga: Semen Padang FC Siap Balas Dendam, Dejan Antonic Targetkan Menang Lawan PSIM Yogyakarta di Kandang
Ia juga menyinggung bahwa sejak dulu biaya haji kerap dianalogikan dalam hitungan emas, yakni berkisar antara 80 hingga 100 gram emas. Dengan perhitungan tersebut, menurutnya, biaya haji tahun 2026 tergolong lebih ringan.
Meski total BPIH mencapai Rp87,4 juta, tidak seluruhnya dibebankan kepada jemaah. Harry menegaskan, jemaah hanya membayar sebesar Rp54,1 juta.
“Sisanya ditopang melalui subsidi dari BPKH,” katanya.
Ia merinci, nilai manfaat atau subsidi yang diberikan BPKH mencapai sekitar 38 persen dari total biaya per jemaah.
Selain itu, BPKH juga menyiapkan uang saku bagi jemaah dalam bentuk mata uang riyal yang akan diberikan sebelum keberangkatan.
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sumbar Jelang Berbuka, Cek Daftar Wilayah Hujan Lebat
Dalam kesempatan tersebut, Harry turut mengingatkan generasi muda agar mulai merencanakan ibadah haji sejak dini. Hal itu disampaikannya saat kegiatan BPKH Insight di Universitas Andalas.
Menurutnya, waktu tunggu keberangkatan haji di Indonesia saat ini berkisar 26 tahun. Karena itu, mahasiswa dan kalangan muda disarankan segera membuka tabungan haji agar bisa berangkat di usia produktif.
“Kalau mulai menabung sekarang, kemungkinan bisa berangkat saat usia 40-an tahun,” ujarnya.
Ia menambahkan, pandangan bahwa pendaftaran haji hanya untuk kalangan lanjut usia perlu diubah.
Generasi muda pun memiliki kesempatan yang sama untuk merencanakan ibadah haji lebih awal, mengingat ibadah tersebut hanya dapat dilaksanakan sekali dalam setahun.(*)