Cap Go Meh di Bitung, Warga Jerman Neumann Suka Liat Pakaian Adat
Alpen Martinus March 04, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Ritual suci goan siau atau cap go meh Imlek 2577, yang dilakukan Klenteng Seng Bo Kiong Bitung benar-benar menjadi magnet masyarakat, Selasa 3 Maret 2026.

Banyak pasang mata menyaksikan jalan prosesi Goan Siau atau Cap Go Meh.

Massa memadati dua ruas jalan yang ada di jalan SH Sarundajang dan AA Maramis Kota Bitung.

Baca juga: Cap Go Meh Manado 2026 Meriah, Ditutup dengan Kembang Api

Jalan itu dilalui arak-arakkan Cap Go Meh atau Goan Siau.

Ternyata tak hanya warga lokal yang larut dalam nuansa Cap Go Meh atau Goan Siau, yang dilaksanakan Klenteng Seng Bo Kiong.

Ada juga wisatawan mancanegara, yang terpantau menyasikan jalannya ritual suci itu.

Mereka di buat terhibur, kaget dan perasaan lainnya.

Ketika menonton penampilan dua orang tang sin, empat kereta hias, pikulan atau kio.

Musik bambu klarinet, tarian kawasaran atau kabasaran, Mobil hias lambang Negara Indonesia Garuda, perisai berisi simbol 5 sila Pancasila, pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" (berbeda-beda tetapi satu jua).

Karnaval, sepasang Gong, dua orang yang menggunakan kostum kepala tempayang dan sosiru, lima kio atau pikulan, atraksi delapan barongsai, naga hijau, qilin.

Barisan Ngo Heng dan pasukan 36 bendera.

Turis asing yang menonton Cap Go Meh atau Goan Siau di Kota Bitung di antaranya pasangan suami istri warga Jerman dan dua turis asal Brazil.

Mereka tengah staycation atau liburan disebuh resort ternama di Kota Bitung, yaitu Solitude Lembeh Resort di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga.

Lelaki bernama Neumann dari Jerman saat diwawanca eksklusif oleh Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere bilang, di negaranya punya tradisi yang berbeda makanya sangat tertarik dengan kegiatan ini.

Neumann saat menonton memakai topi warna hitam bertuliskan Solitude Lembeh Resort, memakai kaos warna abu-abu bergambar Komodo dan celana 3/4 warna merah maron.

Didampingi sang istri, mereka mendapat informasi terkait kegiatan ini dari pihak Solitude. 

"Saya suka melihat pakaian adatnya sangat asing bagi kami. Namun sekarang kami melihatnya khususnya pakaian adat minahasa," kata Neumann saat diwawancara reporter Tribun Manado Christian Wayongkere, Selasa 3 Maret 2026.

Saat diwawancara, cuaca cerah.

Lanjut Neumann yang anaknya sebagai manager di Solitude Lembeh Resort, menyaksikan kegiatan Cap Go Meh atau Goan Siau ini pertama kali.

"Ini seperti carnaval ini sangat menarik musik buatan tangan dari bambu," tambah Neumann yang berkunjung ke Indonesia sejak 5 tahun lalu dan setiap tahunnya berlibur ke Bitung dan Bali. 

Dibantu ASN dari Dinas Pariwisata Kota Bitung, Ia menambahkan di negaranya ada sebuah carnaval, spesialnya di carnaval itu mereka memberikan kue-kue kecil.

Sebelum ke Bitung, mereka berlibur ke Bali selama tiga minggu dan empat minggu di Bitung.

Mereka juga menikmati keindahan bawah laut di Selat Lembeh dan lainnya serta pergi ke Minahasa.

Istri Neumann dan teman-teman turis dari Brazil nampak mengabadikan momen demi momen yang ada di barisan ritual dan non ritual.

Mereka mengabadikannya menggunakan kamera handphone dan kamera pro.

Di sisi lainnya, warga lokal yang menonton sebagian besar mengabadikan penampilan atau atraksi dari dua orang tang sin.

Di atas kio atau pikulan, mereka melakukan atraksi ektrim yang tidak boleh dilakukan oleh mereka yang bukan ahlinya.

Ada juga warga yang berfoto dengan delapan barongsai, berjoged dalam iringan lagu yang dibawakan grup musik bambu klarinet dan lainnya.

Goan siau atau cap go meh Klenteng Seng Bo Kiong di buka secara resmi oleh Wali Kota Hengky Honandar, Wakil Walikota Randito Maringka.

Ditandai dengan mengibaskan dua bendera warna kuning motif gambar Naga di pegang Walikota Hengky.

Dan bendera warna merah motif gambar macan di pegang Wakil Walikota Randito.

Nampak mendampingi Sekda Bitung Rudy Theno, Ketua TP PKK Bitung Ellen Honandar Sondakh, Sekretaris I TP PKK Jacinta M. Maringka-Gumolung, ketua Dharma Wanita Persatuan Nurjaya Theno Munarwin, tokoh Agama dan forkopimda.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.